Kompas.com - 16/04/2015, 11:34 WIB
Smartphone Android Huawei P8 dilengkapi dengan kamera utama 13 MP. Wicak Hidayat/Kompas.comSmartphone Android Huawei P8 dilengkapi dengan kamera utama 13 MP.
|
EditorReza Wahyudi
LONDON, KOMPAS.com - CEO Consumer Business Group Huawei, Richard Yu saat memperkenalkan smartphone terbaru Huawei P8 di London, Rabu (15/4/2015) mengatakan bahwa smartphone andalan terbarunya itu memiliki fitur kamera setara DSLR. Teknologi apa saja yang disertakan dalam kamera tersebut?

"Kamera yang bagus tidak hanya beresolusi tinggi saja, kebanyakan kamera smartphone lemah dalam dua hal, yaitu saat menangani scene yang minim cahaya (low light) dan kontras yang tinggi," ujar Yu dalam presentasinya semalam.

Berangkat dari situlah Huawei mendesain kamera dalam P8 dengan sensor yang memiliki empat warna, yaitu RGBW, atau merah hijau, biru dan putih. Biasanya, sensor kamera baik di smartphone maupun di kamera DSLR hanya memiliki tiga sensor warna utama, yaitu RGB (merah, hijau, biru).

Dengan penambahan sensor warna putih ini, Huawei mengklaim kemampuan kamera lebih baik dalam menangani pemotretan di kondisi minim cahaya, atau saat memotret di kondisi kontras yang tinggi, seperti saat suasana terik di pantai.

Huawei mengklaim sensor barunya itu bisa meningkatkan kecerahan foto sebesar 32 persen, serta mengurangi bintik foto sebesar 78 persen saat digunakan memotret di tempat yang remang.

Sensor kamera yang disertakan Huawei sendiri untuk kamera utamanya memilii resolusi 13 megapiksel. Sementara sensor kamera depannya beresolusi 8 megapiksel.

Sama dengan Apple yang mengintegrasikan sistem stabilisasi optik lensa, Huawei juga mengintegrasikan OIS (optical image stabilizer) di kamera smartphone-nya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun bedanya, sistem stabilisasi optik P8 dirancang untuk bisa mengkompensasi gerakan atau getaran yang lebih tinggi. Jika iPhone 6 memiliki lensa kamera yang bisa menetralkan getaran sebesar 0,6 derajat dari sumbunya, maka lensa P8 memiliki fleksibilitas dua kali lipatnya, yaitu 1,2 derajat.

"Dengan demikian, lensa bisa mengkompensasi gerakan dengan lebih baik dan stabil saat memotret," ujar Yu di hadapan para jurnalis yang hadir, termasuk wartawan KompasTekno, Wicak Hidayat.

Fitur OIS ini berguna saat kamera dipakai untuk memotret di kondisi minim cahaya atau remang. Biasanya di kondisi seperti itu, kecepatan shutter yang didapat akan lambat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.