Huawei Lawan Balik Gugatan ZTE

Kompas.com - 23/04/2015, 10:09 WIB
Peluncuran Huawei P8 di London, Inggris, Rabu (15/4/2015). Kompas.com/Wicak hidayatPeluncuran Huawei P8 di London, Inggris, Rabu (15/4/2015).
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Huawei tidak tinggal diam telah dituduh melanggar paten oleh ZTE yang sama-sama vendor asal Tiongkok. Pembuat gadget itu pun melawan balik, mereka mengatakan bahwa paten yang dimaksud merupakan hasil pengembangan sendiri.

Menurut Huawei, teknik slow shutter and capture seperti yang digunakan dalam kamera ponsel Honor X2 dan P8 merupakan hal yang lumrah dalam dunia fotografi. Masing-masing vendor yang menerapkan teknik itu dalam ponsel pun menggunakan cara yang berbeda.

Seperti dikutip KompasTekno dari Phone Arena, Kamis (23/4/2015), Huawei mengklaim telah melakukan riset dan pengembangan sendiri untuk bisa menggunakannya di dua ponsel mereka. Paten untuk teknologi pengembangan sendiri pun ada di tangan pengembangnya.

"Teknologi itu kami rilis pertama kali pada Honor X2, kemudian baru-baru ini diterapkan di P8. Kami menggunakan algoritma yang dikembangkan sendiri dan teknologi baru," tulis Huawei dalam keterangan resminya.

"Kami juga konsisten untuk melindungi hak kekayaan intelektual, " menanggapi perselisihan dengan ZTE.

Sebelumnya, ZTE dalam halaman resmi Weibo-nya mengumumkan keputusan untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap Huawei atas indikasi pelanggaran hak paten teknologi kamera.

"Teknologi kamera ponsel Nubia adalah hasil riset dan pengembangan, dan telah dipatenkan," demikian ujar pihak ZTE seperti dikutip Gizmo China.

"Terhadap tindakan plagiat oleh Huawei Technologies Co., kami merasa sudah saatnya untuk megambil sikap tegas dan mengambil tindakan hukum agar tercipta persaingan yang sehat," imbuh ZTE.

ZTE mendeskripsikan paten yang diduga dilanggar oleh Huawei terkait teknologi slow shutter and capture. Fungsi paten tersebut adalah membuat kamera dapat memotret gerakan dalam waktu yang lama.

Huawei P8 yang diluncurkan minggu lalu di London memang memiliki fitur yang disebut Light Painting Function. Fitur tersebut pada dasarnya adalah kemampuan memotret obyek bergerak dengan paparan cahaya dalam durasi cukup panjang.

Paten kedua yang dimaksud ZTE adalah teknologi "imaging and mobile terminal tech."

ZTE juga meminta Huawei untuk menghentikan semua proses manufaktur dan aktivitas penjualan terhadap produk-produk yang diduga menggunakan paten ZTE itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X