Di Indonesia, Internet Tak Perlu Adil dan Setara?

Kompas.com - 25/04/2015, 08:05 WIB
Reza Wahyudi/KompasTekno CEO Indosat Alexander Rusli (tengah, memegang mikropon) saat berbicara dengan sejumlah media, di Gili Trawangan, Jumat (24/4/2015).
LOMBOK, KOMPAS.com - Salah satu prinsip internet yang kerap didengung-dengungkan adalah "internet netral". Prinsip yang dikenal dengan sebutan net neutrality ini menegaskan bahwa akses internet pada semua konten harus setara dan adil.

Sederhananya, jika menuruti prinsip tersebut, tidak boleh ada situs yang menjadi "anak emas" atau "anak tiri" penyedia jaringan.

Kalau tidak menuruti prinsipi tersebut, penyedia jasa internet bisa saja mencekik akses ke situs tertentu sehingga pengguna kesulitan membukanya. Namun di saat yang sama memberi ruang lebar ke situs lain yang merupakan pelanggan premium.

Hal di atas tentunya hanya sekadar contoh. Di Indonesia, diskusi soal "internet yang setara dan adil" memang terbilang jarang.

Namun, peluncuran program Internet.org di Indonesia -- hasil kerja sama Indosat dan Facebook -- sempat memunculkan isu "net neutrality" tersebut. Isu ini pun mengemuka saat CEO Indosat, Alexander Rusli, berbicara dengan sejumlah media, termasuk Kompas.com, di Gili Trawangan, Jumat (24/4/2015).

Gratis vs Berbayar

Program Internet.org yang diprakarasai oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg itu memungkinkan pelanggan Indosat mengakses sejumlah situs web dengan gratis.
Ada beberapa situs lokal yang digratiskan Indosat.

Nah, penggratisan ini oleh sebagian kalangan dianggap tak adil karena ada media yang tidak tercakup dalam program Internet.org di Indonesia.

Sebagai contoh, melalui situs Internet.org, Tokopedia.com dan Olx.co.id bisa diakses dengan gratis, tanpa terpotong kuota internet. Sedangkan, untuk situs sejenis, misalnya Bukalapak.com, pelanggan Indosat akan dipotong kuota internetnya saat membuka situs jual-beli tersebut.

Secara sederhana, buka Tokopedia dan Olx bisa gratis sedangkan Bukalapak tidak gratis.

Praktik tersebut yang oleh sebagian kalangan dianggap bertentangan dengan semangat "net neutrality" yang menginginkan penyedia layanan internet dan operator seluler memperlakukan semua data di internet dengan adil, setara, tidak dicekik bandwidth-nya, dan tidak dibedakan tarifnya.

Internet.org Adalah Program Sosial

Meski bisa dianggap berlawanan dengan semangat netralitas internet, program Internet.org sejatinya merupakan program bantuan sosial alias bagian dari corporate social responsibility (CSR) dari Indosat.

Halaman:


EditorWicak Hidayat

Close Ads X