Kompas.com - 27/04/2015, 14:29 WIB
Tim SAR membersihkan puing untuk mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan setelah diamuk gempa berkekuatan 7.9 SR di Bhaktapur, dekat Kathmandu, Nepal, 26 April 2015. AP PHOTO / Niranjan ShresthaTim SAR membersihkan puing untuk mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan setelah diamuk gempa berkekuatan 7.9 SR di Bhaktapur, dekat Kathmandu, Nepal, 26 April 2015.
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Raksasa teknologi turun tangan menyusul gempa berkekuatan 7,9 SR yang menerpa Nepal, Kathmandu, Sabtu (25/4/2015). Google meluncurkan layanan "Person Finder", sementara Facebook merilis "Nepal Earthquake Facebook Safety Check" .

Dengan adanya "Person Finder", Google dapat menghimpun informasi dari area kejadian. Informasi tersebut berupa laporan sejumlah responden terkait orang yang hilang atau ditemukan.

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Telegraph, beberapa jam setelah bencana tersebut, 200 nama telah diunggah ke basis data online milik Google. Data itu bisa diakses semua orang.

Hingga berita ini dibuat, sudah 4.900 data terkumpul lewat "Person Finder". Inisiatif ini telah membantu beberapa keluarga mengetahui keadaan sanak saudaranya yang berada di area gempa.

Pasalnya, jalur komunikasi konvensional, seperti telepon dan SMS, masih terganggu. Gempa dahsyat tersebut mengakibatkan sejumlah infrastruktur ambruk dan lebih dari 750 jiwa melayang.

Person Finder Tampilan laman person finder dari Google
Sementara itu, layanan pencarian orang milik Facebook memungkinkan penggunanya untuk memastikan keberadaan teman yang terkoneksi. Yakni, apakah ada kerabat yang berada di area gempa atau tidak. Selain itu, sama seperti Google, Facebook juga memungkinkan penggunanya yang ada di daerah gempa untuk melaporkan kondisi di sana.

Facebook Tampilan layanan pencarian orang dari Facebook
Perlu diketahui, "Person Finder" pertama kali dirilis pada 2010 sebagai respon atas gempa yang menggoyang Haiti. Kala itu, lebih dari 100.000 orang meninggal. Saat tsunami Jepang 2011 dan bom marathon di Boston 2013, "person finder" juga dimanfaatkan.

Namun, layanan ini masih terus digodok untuk pengembangannya. Bencana di Nepal baru-baru ini mengharuskan Google untuk kembali merilis "Person Finder" dengan perbaikan dari yang sebelumnya.

Bagi Anda yang sedang mencari kerabat di Nepal, Anda bisa berkunjung ke laman "person finder"  atau masuk ke layanan pencarian orang Facebook dari akun Anda. Pun bagi yang mengetahui informasi terkait para korban, bisa mengunduh data di situs tersebut atau mengecek di layanan Facebook.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Timnas E-sports Mobile Legends Indonesia Lolos ke Babak Grand Final SEA Games 2021

Timnas E-sports Mobile Legends Indonesia Lolos ke Babak Grand Final SEA Games 2021

Software
Menurut Survei, Netflix Semakin Ditinggal Pelanggannya

Menurut Survei, Netflix Semakin Ditinggal Pelanggannya

e-Business
20 Link Download Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2022 dan Cara Pakainya

20 Link Download Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2022 dan Cara Pakainya

Software
Apa itu Akun Bot atau Spam yang Bikin Elon Musk Tunda Beli Twitter?

Apa itu Akun Bot atau Spam yang Bikin Elon Musk Tunda Beli Twitter?

e-Business
Menhub Minta Boeing Penuhi Kebutuhan Pesawat Garuda dan Lion Group

Menhub Minta Boeing Penuhi Kebutuhan Pesawat Garuda dan Lion Group

Hardware
Google Hapus Aplikasi Perekam Telepon di Play Store Karena Dinilai Langgar Privasi

Google Hapus Aplikasi Perekam Telepon di Play Store Karena Dinilai Langgar Privasi

Software
TikTok Siapkan Fitur Branded Mission, Bikin Video Iklan Bisa Dapat Uang

TikTok Siapkan Fitur Branded Mission, Bikin Video Iklan Bisa Dapat Uang

Software
iPhone atau Macbook Hilang, Apa yang Harus Dilakukan?

iPhone atau Macbook Hilang, Apa yang Harus Dilakukan?

Hardware
Riset Sebut iPhone Bisa Terinfeksi Malware Meski dalam Keadaan Mati

Riset Sebut iPhone Bisa Terinfeksi Malware Meski dalam Keadaan Mati

Software
Oppo Ajak Penggemar PUBG Mobile Main Bareng Bigetron, Ini Link Pendaftarannya

Oppo Ajak Penggemar PUBG Mobile Main Bareng Bigetron, Ini Link Pendaftarannya

Software
Tabel Spesifikasi dan Harga Advan Nasa Pro yang Dibanderol Rp 1 Jutaan

Tabel Spesifikasi dan Harga Advan Nasa Pro yang Dibanderol Rp 1 Jutaan

Gadget
Xiaomi Redmi 10A Resmi di Indonesia, Harga Rp 1,5 Jutaan

Xiaomi Redmi 10A Resmi di Indonesia, Harga Rp 1,5 Jutaan

Gadget
YouTube Luncurkan 'Most Replayed', Permudah Tonton Bagian Video yang Sering Diulang

YouTube Luncurkan "Most Replayed", Permudah Tonton Bagian Video yang Sering Diulang

Software
Apa itu ICAO? Organisasi Aviasi yang Tawari Indonesia Jadi Anggota Dewan

Apa itu ICAO? Organisasi Aviasi yang Tawari Indonesia Jadi Anggota Dewan

e-Business
Huawei Mate Xs 2 Resmi Meluncur Global, Harga Rp 30 Jutaan

Huawei Mate Xs 2 Resmi Meluncur Global, Harga Rp 30 Jutaan

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.