Cyanogen Resmi "Ceraikan" OnePlus

Kompas.com - 29/04/2015, 11:33 WIB
Penutup belakang OnePlus One versi 64 GB dengan tekstur yang menyerupai batu kali, terasa nyaman disentuh dan tidak selip saat dipegang. Reska K. Nistanto/KOMPAS.comPenutup belakang OnePlus One versi 64 GB dengan tekstur yang menyerupai batu kali, terasa nyaman disentuh dan tidak selip saat dipegang.
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Cyanogen resmi "menceraikan" OnePlus dan membuat produsen ponsel itu harus mencari sistem operasi alternatif. Vice President of Engineering Cyanogen Steve Kondik mengatakan alasan perceraian itu adalah perbedaan visi antara mereka.

Salah satu hal yang jadi sorotan adalah perseteruan kedua rekan ini saat peluncuran OnePlus One di India, tahun lalu. Saat itu, Cyanogen menandatangani kerja sama eksklusif dengan Micromax dan membuat OnePlus harus terblokir dari India selama beberapa waktu.

"Ini mungkin hal terakhir yang Anda lihat pada kerja sama kami. Kedua perusahaan baru ini sama-sama ingin melakukan hal gila, banyak orang yang jadi berseberangan," ujar Kondik.

Dilansir KompasTekno dari Android Authority, Rabu (29/4/2015), Chief Executive Officer Cyanogen Kirt McMaster menyatakan kekecewaannya mengenai akhir kerja sama mereka. Dia merasa keberadaan Cyanogen dalam OnePlus membuat ponsel Tiongkok itu laku keras.

"Tanpa Cyanogen, OnePlus tidak akan selaku ini di pasar internasional. OnePlus telah membangun brand mereka dengan menumpang di punggung Cyanogen," ujar McMaster.

"OnePlus berhasil mengapalkan ponsel dalam jumlah yang wajar, tapi mereka bukan apa-apa bila dibandingkan dengan rekan kami yang bisa dilakukan beberapa rekan kami yang lainnya. Kami bekerja sama dengan rekan yang bisa bertindak lebih cepat," imbuhnya.

Dengan demikian masalah "perceraian" tersebut tampaknya tidak memperngaruhi eksistensi Cyanogen. Pembuat sistem operasi alternatif itu tetap akan hidup dalam perangkat genggam buatan produsen berskala internasional lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu OnePlus pun belum patah arang. Mereka telah mengembangkan Oxygen OS sebagai pengganti sistem operasi Cyanogen. Selanjutnya, sistem operasi hasil pengembangan sendiri itu akan diadopsi oleh perangkat-perangkat genggam OnePlus berikutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.