Hari ini Penataan 4G Tahap Dua Dimulai

Kompas.com - 04/05/2015, 06:37 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Rudiantara meresmikan proyek pemasangan kabel serat optik PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) yang menghubungkan Luwuk, Sulawesi Tengah dengan wilayah Tutuyan, Sulawesi Utara. Peresmian dilakukan di Makassar, Minggu (3/5/2015). Yoga Hastyadi Widiartanto/KompasTeknoMenteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Rudiantara meresmikan proyek pemasangan kabel serat optik PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) yang menghubungkan Luwuk, Sulawesi Tengah dengan wilayah Tutuyan, Sulawesi Utara. Peresmian dilakukan di Makassar, Minggu (3/5/2015).
|
EditorWicak Hidayat
MAKASSAR, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan penataan frekuensi 1.800 MHz mulai dilakukan pada Senin (4/5/2015). Penataan ini diperlukan sebagai persiapan diterapkannya 4G di frekuensi tersebut.

"Senin di 1.800 MHz akan mulai dilakukan refarming waktunya kurang lebih selama enam bulan. Mulainya tidak di Jawa, tapi di Maluku, Malauku Utara," ujarnya usai peresmian proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut Luwung Tutuyan (SKKL-LT), Minggu sore.

"Refarming di Maluku Utara artinya pemerintah dan operator ini fokus membangun tidak 'Jawa sentris'. Kita justru sekarang membangun dari timur," imbuhnya.

Selain itu, sebagai bagian dari proses penataan tersebut Rudiantara juga telah menghubungi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BNKP) terkait sosialisasi dampak yang mungkin terjadi saat dilakukan penataan. Dampak tersebut misalnya berupa penurunan kualitas layanan untuk sementara.

"Sosialisasi soal refarming ini sudah saya sampaikan ke Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN). Tapi yang belum itu ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)," ujarnya.

Selain mengkoordinasikan sosialisasi tersebut, sebelumnya Rudiantara mengatakan para operator telah sepakat untuk memproses penataan frekuensi 1.800 MHz dengan sistem cluster dan metode step-wise.

Step-wise berarti migrasi frekuensi dilakukan secara bergantian. Misalnya, operator A memindahkan frekuensi ke operator B dan sebaliknya hingga tercapai tujuan migrasi.

Penataan tersebut pun dilakukan pada tengah malam dan diukur tingkat keberhasilan serta kegagalannya. Ketika perpindahan dilakukan dan terjadi kegagalan, maka operator yang sedang memprosesnya mesti menghentikan terlebih dulu.

Setelah frekuensi 1.800 MHz selesai ditata dan diterapkan 4G, sasaran selanjutnya adalah implementasi di 2.100 MHz dan 2.300 MHz. Selain itu Menkominfo juga berniat membebaskan frekuensi 700 MHz yang saat ini digunakan oleh TV analog.

"Setelah di 1.800, tahun depan kami implementasikan di 2.100 MHz, kemudian di 2.300 MHz. Lalu kita digitalisasi penyiaran, setelah selesai pindah dari analog ke digital maka frekuensinya akan digunakan untuk broadband," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X