Kompas.com - 09/05/2015, 17:56 WIB
|
EditorDeliusno
JAKARTA, KOMPAS.com - XL Axiata saat ini memiliki tiga data center yang dikomersilkan di Jakarta, Surabaya dan Pekanbaru. Selanjutnya, perusahaan telekomunikasi ini berniat membangun satu data center baru dengan luas sekitar 600 meter persegi di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Saat ini totalnya kita punya data center sekitar 12.600 meter persegi, dengan pembangunan data center di Balikpapan nantinya akan jadi 12.900 meter persegi. Data center baru itu rencananya selesai tahun ini," terang Chief Digital Service Officer XL Yessie D. Yosetya di Jakarta, Jumat (8/5/2015).

Pemilihan lokasi data center baru itu atas pertimbangan letaknya yang bebas dari jalur gunung berapi dan gempa. Selain itu, menurut Yessie wilayah sekitar lokasi tersebut merupakan pasar potensial dan belum banyak digarap, diantaranya berupa usaha kecil menengah (UKM).

XL saat ini telah memiliki 130 klien untuk usaha solusi TI yang memanfaatkan data center tersebut. Dari total pelanggan itu, 65 persennya merupakan UKM. Rencana tahun ini, mereka berniat menambah total pelanggannya menjadi 250 klien.

"Kami percaya diri menggarap pasar TI, baik untuk korporasi atau UKM. Untuk UKM kita masih studi untuk fokus ke 17 kota, tentunya termasuk kota besar," terang Yessie.

Cloud & Datacenter Senior Manager XL Meis Musida menambahkan layanan data center yang ditawarkan XL dibekali sejumlah kemudahan, terutama bagi usaha kecil menengah yang baru beralih ke teknologi tersebut.

"User Interface (UI) kami buat mudah dengan pertimbangan pemakainya bukan orang TI. Untuk usaha e-commerce misalnya, mereka cukup memasukkan foto dan mengatur harganya saja. Harganya pun terjangkau, hosting kami mulai dari Rp 65 ribu hingga Rp 220 ribu per bulan," terangnya.

Sertifikasi Internasional

Yessie juga menambahkan, XL tidak cuma sekadar menawarkan data center saja. Seluruh data center XL yang dikomersilkan itu juga dibekali dengan sertifikasi sebagai bukti kinerjanya.

"Kami punya 3 sertifikasi internasional untuk data center ini. Pertama adalah sertifikasi TIER III yang melihat uptime atau seberapa sering down," terangnya.

"Kemudian ada ISO/IC 27001 yang terkait dengan keamanan data center dan biasanya diperlukan untuk aplikasi yang terkait finansial. lalu ISO/IEC 20000-1 untuk soal Information Technology Services Management," pungkas Yessie.

Selain soal sertifikasi, XL mengklaim data center tersebut punya fasilitas berstandar internasional. Misalnya fasilitas keamanan berupa ratusan kamera pengawas serta fire suppression system yang ditempatkan pada setiap lantai dan dapat beroperasi secara manual atau otomatis.

Fasilitas pendingin di dalamnya pun disesuaikan dengan standar Redundant Precision Air Conditioning, lengkap dengan alat untuk memonitor suhu dan kelembaban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.