Xiaomi Kalah Saing dengan Apple di Kandang Sendiri

Kompas.com - 12/05/2015, 15:34 WIB
Nama Apple dalam dokumen paten yang diajukan Leonard Timepieces di Swiss menghalangi masuknya Apple Watch ke negeri tersebut ArsTechnicaNama Apple dalam dokumen paten yang diajukan Leonard Timepieces di Swiss menghalangi masuknya Apple Watch ke negeri tersebut
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Apple saat ini merajai pasar Tiongkok. Menelurkan produk kelas menengah ke atas nyatanya bukan halangan bagi Apple untuk berkiprah di pasar tersebut.

Padahal, sebelumnya ada stereotipe yang menyebut pasar Tiongkok ''alergi'' barang mahal. Stereotip itu tercermin pula dari berbagai vendor gadget asal Tiongkok yang konsisten membuat produk-produk murah.

"Tiongkok seringkali dipersepsikan sebagai pasar kelas menengah ke bawah. Tapi nyatanya kali berbeda. Hasil penjualan ponsel cerdas mahal meningkat. Sama seperti pasar yang telah mapan di AS, Inggris, Australia dan Jepang,'' kata pimpinan harian perusahaan pengamat industri IDC Tiongkok Kitty Fok, sebagaimana dilaporkan TheRegister dan dirangkum KompasTekno, Selasa (12/4/2015).

Dilaporkan, Apple menjual 14,5 juta unit ponselnya di Tiongkok pada kuartal pertama 2015. Angka ini meningkat 62 persen dari penjualan tahun sebelumnya di kuartal sama.

Bersaing tipis, Xiaomi berada di posisi kedua sebagai pabrikan dengan minat produk paling banyak di Tiongkok. Kuartal ini, Xiaomi menjual 13,5 juta unitnya.

Menyusul setelahnya Huawei dengan penjualan 11,2 juta unit. Kemudian Samsung dan Lenovo yang angka penjualannya anjlok di pasaran Tiongkok jika dibandingkan tahun lalu.

Secara keseluruhan, IDC mencatat adanya penurunan minat pasar atas ponsel cerdas di Tiongkok sebanyak 4,3 persen. Di kuartal ini, hanya 98,8 juta unit ponsel dipasarkan di Tiongkok. Sedangkan pada kuartal sama tahun lalu penjualan mencapai 103,2 juta unit.

Ke depan, menurut analis IDC, ponsel high-end bakal gesit bersaing merebut hati pasar Tiongkok. Ini merupakan tantangan bagi vendor Tiongkok untuk menyesuaikan kondisi pasar.

Analis IDC percaya vendor Tiongkok juga bakal mulai melirik ekspansi produk ke kelas premium. Apakah ini akan mengakhiri tren ponsel murah? Kita lihat saja nanti.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X