Kompas.com - 15/05/2015, 10:56 WIB
|
EditorReza Wahyudi

Antarmuka ZenUI teranyar

 
Ponsel ini berjalan pada sistem operasi Android Lollipop 5.0, dipadukan dengan antarmuka ZenUI terbaru. Secara kasat mata, tak ada yang menakjubkan dari desain antarmuka ZenUI. Tampilannya terkesan datar dan mengikuti rancangan material Android. 
 
Fatimah Kartini Bohang Fitur easy mode untuk memudahkan pengguna menjejal ponsel dengan satu tangan

Tapi, setelah diulik lebih lanjut, ada beberapa fitur menarik yang menambah pengalaman penggunaan ponsel.

Contohnya penyederhanaan tampilan (easy mode). Yakni penyetelan tampilan untuk penggunaan ponsel dengan satu tangan.
 
Hanya dengan menyentuh tombol ''home'' dua kali, mode ini bakal berjalan.

Fungsinya untuk mengantisipasi keruwetan saat pengguna hanya bisa mengoperasikan ponsel dengan satu tangan.

Misalnya ketika menyetir atau makan. Walau, tentu saja mengakses ponsel sambil menyetir tidak disarankan jika tak terdesak.

 
Adapula fitur ''ZenMotion'' yang memungkinkan pengguna memerintahkan ponsel menggunakan gestur. Ada dua kategori ZenMotion, yakni Motion Gesture dan Touch Gesture.
 
Saat mengaktifkan Motion Gesture, pengguna bisa menggerakkan ponsel untuk memerintah. Misalnya saat akan menangkap gambar pada layar (screenshot). Pengguna hanya perlu mengguncang ponsel dengan pengulangan dua kali, lalu laman yang tertera akan terambil dan tersimpan. Laman tersebut dapat diakses lewat fitur "Do It Later".

Fatimah Kartini Bohang ZenMotion memungkinkan pengguna melakukan gestur tertentu untuk memerintahkan ponsel dengan lebih cepat
Do It Later berfungsi sebagai pengingat hal-hal penting yang harus dilakukan segera setelah pengguna menyelesaikan pekerjaan prioritas. Secara hakikat diciptakannya, perpaduan Motion Gesture dan Do It Later tentu memudahkan penggunanya, hanya saja, fitur ini belum terlalu responsif saat dioperasikan.
 
Lain halnya dengan Touch Gesture yang responnya sungguh baik. Pengguna bisa memerintah ponsel dengan sentuhan, walau ponsel dalam keadaan terkunci. Misalnya saat pengguna tergesa-gesa ingin membuka laman pencarian. Dalam keadaan layar mati dan ponsel terkunci, pengguna tinggal menuliskan huruf "W" pada layar.

Layar bakal otomatis terbuka dan langsung menghadapkan pengguna pada laman pencarian. Selain untuk membuka laman pencarian, Touch Gesture juga mampu menulis pesan (S), e-mail (e), kamera (C), membersihkan ponsel (Z), dan melakukan panggilan (V).

 
Antarmuka ZenUI bisa dibilang sebagai peluncur ponsel yang menaruh perhatian pada personalitas dan keintiman penggunanya. Selain dapat mengatur warna layar sesuka hati, ZenUI juga mengakomodir kemampuan modifikasi ikon, widget, wallpaper, dan efek gulir sesuka hati pengguna. 

Fatimah Kartini Bohang Fitur manage home memungkinkan pengguna mengatur tampilan ponsel dengan lebih personal
Penyetelan modifikasi tampilan ini bisa dilakukan dengan menekan layar yang bersih dari ikon. Setelahnya bakal muncul "Manage Home" sebagai pengatur tampilan. Saat Manage Home muncul, dimulailah otoritas pengguna untuk mengutak-atik tampilan ponsel.
 
Untuk pengaturan ikon, pengeditan bisa lebih bebas dengan mengunduh paket ikon dari Google Play Store. Adapun untuk efek gulir, ada 11 pilihan yang bisa dipilih guna memperkaya daya pikat pengoperasian.
 
Performa
 
Zenfone 2 berjalan pada sistem operasi Android Lollipop 5.0. Seperti dijelaskan sebelumnya, versi premium yang diterima KompasTekno dibekali chipset Intel Atom dengan RAM 4 GB. 

Selama ini, RAM 4 GB disematkan pada gawai berukuran besar. Misalnya laptop dan tablet. Sebagai pemuka ponsel cerdas dengan kapasitas RAM demikian, pengoperasian Zenfone 2 unggul di antara ponsel-ponsel lain pada levelnya.

 
Dari pengalaman KompasTekno selama dua minggu menjajal Zenfone 2, tak pernah terjadi penghentian operasi pada aplikasi secara tiba-tiba. Membuka laman hingga 8 kolom pada satu waktu, berpindah ke Instagram, mengedit foto di Vsco Cam, dan membuka aplikasi e-mail tak memperlambat performa Zenfone 2.

Fatimah Kartini Bohang skor Antutu Zenfone 2
Fatimah Kartini Bohang skor PCmark Zenfone 2
Orang-orang sibuk dan multi-tasking adalah jodoh tepat bagi gadget ini. Saat diuji dengan aplikasi pengetesan performa, Antutu dan PCmark, hasil Zenfone 2 pun menunjukkan kualitas yang bisa dipertimbangkan.
 
Kamera ''PixelMaster'' generasi kedua
 
Di zaman "narsis" ini, teknologi adalah penyokong utama eksistensi masyarakat urban di media sosial. Ibarat kata, anak muda tak gaul jika tak aktif di Instagram dan Path. Kedua platform itu menuntut performa kamera bawaan yang berkualitas.
 
Nah, Asus sadar bahwa kamera ponsel merupakan salah satu fitur paling populer dan dipertanyakan kebanyakan orang saat akan membeli perangkat. Maka Zenfone 2 dipatrikan kamera utama 13 megapiksel dengan teknologi "PixelMaster" generasi kedua.
 
Kamera ini diklaim mampu mereduksi titik-titik gangguan akibat minim cahaya. Benarkah adanya?
 
Saat dicoba di kafe remang-remang pada malam hari, hasil foto ternyata masih menunjukkan berkas-berkas noise, walau tak terlalu berarti.

Hasil jepretan kamera Zenfone 2 pada kondisi minim cahaya dengan Hasil jepretan kamera Zenfone 2 pada kondisi minim cahaya dengan

Foto ini menunjukkan pencahayaan yang lebih terang dibanding kondisi nyatanya. Walau begitu, warna tetap terlihat alami.

Ini didukung penyetelan ISO manual pada kamera. Zenfone 2 memang menyediakan penyetelan manual serupa DSLR. ISO, white balance, apperture, semua bisa disetel sendiri. Bagi yang ingin pengaturan otomatis, tentu saja juga disediakan.
 
Kembali ke pembuktian performa kamera pada kondisi gelap, pengguna bisa meningkatkan ISO untuk menambah cahaya. Sebaliknya juga dapat menurunkan ISO pada situasi dengan terpaan cahaya berlebihan. Dengan pemanfaatan ISO, penggunaan dual-LED dapat direduksi.

Jikapun harus, dual-LED pun tak bakal membuat gambar pucat. Ini dikarenakan sensor warna LED yang terpatri tak hanya putih. Sehingga warna terkesan apa adanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.