Facebook Instant Article Memicu Kekhawatiran Media

Kompas.com - 15/05/2015, 13:03 WIB
CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam sesi tanya jawab di kantor Facebook screenshotCEO Facebook Mark Zuckerberg dalam sesi tanya jawab di kantor Facebook
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Facebook telah mengekspansi layanan jejaring sosial menjadi agregator/pengepul berita. Beberapa media terkemuka, seperti The New York Times dan National Geographic digandeng untuk menggodok program yang dinamai Instant Article tersebut.

Pengguna dapat mengakses konten berita langsung dari Facebook tanpa harus membuka tautan ke portal media tertentu.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan, ide utama fitur Instant Articles adalah membuat pengguna bisa mengakses konten berita yang diinginkan tanpa harus menunggu terlalu lama. Terutama saat mereka mengakses tautan konten berita itu dari dalam aplikasi Facebook mobile.

Facebook Instant Articles dikatakan masih berupa eksperimen saja. Namun fitur tersebut ternyata memicu kekhawatiran pada sisi media sebagai pemilik konten berita.

Jika format Instant Articles sudah terbukti ampuh, maka jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg ini berpotensi mendominasi distribusi berita online. Pengguna yang membaca berita langsung melalui fitur itu akan lebih lama menghabiskan waktu di dalam Facebook ketimbang situs pembuat berita orisinilnya.

Walaupun ada kekhawatiran seperti itu, hingga saat ini Zuck berhasil merayu 9 penerbit besar untuk mengisi Instant Articles. Penerbit yang dimaksud adalah Times, BuzzFeed, The Atlantic, National Geographic, NBC News, The Guardian, BBC News, dan Germany’s Bild and Der Spiegel.

Sebagai ganti untuk konten yang ditampilkan dalam Instant Articles, Facebook saat ini menawarkan dua pilihan pembagian keuntungan. Pertama, Facebook diperbolehkan menjual iklan untuk konten penerbit tertentu yang ada dalam Instant Article, lalu keuntungannya dibagi dua.

Kedua, penerbit sendiri yang berusaha menjual konten dalam Instant Article tersebut dan keuntungan itu sepenuhnya jadi milik penerbit.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika ditanyakan perihal berapa lama model berbagi untung itu akan dipertahankan, seperti dikutip KompasTekno dari The Verge, Jumat (15/5/2015), Vice President of Media Partnership Facebook Justin Osofsky hanya menekankan bahwa perusahaan berniat untuk bekerja sama dengan para penerbit.

"Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan para penerbit dengan cara memberikan mereka alat-alat untuk membangun bisnis," ujar Osofsky.



Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X