Kompas.com - 23/05/2015, 12:55 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Perusahaan pemesan taksi Uber secara diam-diam sedang menguji mobil tanpa sopir. Informasi tersebut diketahui setelah mobil tanpa awak buatan perusahaan tersebut berkeliaran di jalanan kota Pittsburgh, AS.

Seperti dikutip KompasTekno dari Slashgear, Jumat (22/5/2015), terdapat tulisan "Uber Advanced Technologies Center" yang terpasang di mobil tersebut. Hal itu memperkuat dugaan bahwa mobil itu memang sedang dikembangkan oleh Uber.

Selain itu, tidak terlihat juga adanya pengendara di balik setir mobil. Adapun, di bagian atap, terpasang sebuah mesin berputar, diduga untuk mendeteksi apakah ada penghalang di depan mobil atau tidak.

Saat ditanyakan pendapatnya mengenai mobil tersebut, pihak Uber yang diwakili oleh Trina Smith tidak memberikan jawaban yang jelas, apakah mobil tersebut benar proyek mobil tanpa sopir atau tidak.

"Kendaraan ini merupakan bagian dari penelitian awal kami perihal kegiatan pemetaan, keamanan, dan sistem mandiri," katanya.

Meskipun belum memberikan konfirmasi pastinya, banyak pihak yang menduga bahwa mobil tersebut benar-benar mobil tanpa sopir buatan Uber. Pasalnya, perusahaan asal Silicon Valley tersebut memang baru mendirikan sebuah divisi bernama Advanced Technologies Center (ATC) di Universitas Carnegie Mellon.

Seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, nama ATC tertera di badan kendaraan tersebut. Selain itu, Uber memang sengaja mendirikan divisi tersebut dengan tujuan untuk mengembangkan teknologi kendaraan tanpa sopir.

Uber sendiri diketahui memang sangat membutuhkan teknologi tersebut. Alasannya, mereka sedang mencari cara untuk memangkas beban terbesar saat ini, gaji sopir. Dengan adanya teknologi mobil tanpa sopir, tentunya Uber bisa lebih menghemat biaya operasional.

Saat ini, Uber bukan menjadi satu-satunya perusahaan yang mengembangkan mobil dengan teknologi tersebut. Raksasa internet, Google, diketahui juga sedang bekerja keras mewujudkan teknologi masa depan tersebut.

Untuk masalah ini, Google tampak satu langkah di depan Uber. Mereka sudah mengembangkan teknologi ini sejak tahun 2010 lalu. Sementara itu, Uber baru saja memulainya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Slashgear

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.