Internet Indonesia Jadi Sorotan di Google IO

Kompas.com - 30/05/2015, 10:41 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com - Nama sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia, sempat disebut dalam konferensi Google I/O yang berlangsung Kamis (28/5/2015) kemarin.

Salah satu tema besar yang dibawakan di konferensi itu memang terkait dengan optimalisasi layanan-layanan Google di negara berkembang, di mana pengguna internet mobile seringkali bermasalah dengan koneksi yang lamban atau tidak merata.

"Padahal, akses terhadap informasi di internet bisa membantu meningkatkan kualitas hidup orang-orang," kata Vice President of Engineering and Product Management Google, Jen Fitzpatrick ketika berbicara di panggung acara, sebagaimana bisa disimak dalam video di bawah.

Google pun berinisiatif menggelar sejumlah upaya untuk memperlancar penggunaan layanan-layanan Google yang berbasis internet di negara-negara berkembang.

Indonesia menjadi lokasi perdana penerapan fitur lite search pada Oktober tahun lalu yang mempercepat loading laman hasil search.

Lalu, dilanjutkan dengan transcoding laman internet melalui teknologi Search Google pada Mei 2015. Hal ini meningkatkan kecepatan loading laman-laman web ketika diakses melalui laman hasil search.

Proses ini, menurut Fitzpatrick, bisa mempercepat proses loading laman web di ponsel 2G yang masih banyak digunakan di Tanah Air.

YouTube/ Google Developers Laman Kompas.com dijadikan contoh penerapan teknologi percepatan akses internet lewat koneksi 2G di Indonesia, dalam konferensi Google I/O 2015 yang berlangsung di San Francisco, AS, Kamis (28/5/2015)

"Kami tengah melakukan optimalisasi laman web untuk koneksi lambat, dimulai dari Indonesia," kata Fitzpatrick.

Kecepatan diklaim meningkat hingga 4 kali lipat, sementara jumlah data yang diperlukan untuk membuka laman web berkurang sebanyak 80 persen sehingga lebih menghemat kuota data.

Keuntungan lain, kebutuhan memori untuk membuka browser Chrome di ponsel pun turut menciut sebanyak 80 MB. Hal ini, lanjut Fitzpatrick, akan membantu meningkatkan kinerja perangkat Android low-end yang hanya memiliki RAM sebesar 512 MB.

Selain Search, beberapa layanan lain dari Google, yakni Chrome, YouTube, dan Maps juga mendapat fitur "offline" agar bisa digunakan meski perangkat mobile sedang tak mendapat sambungan data internet.

Fitur offline dimaksud menawarkan kemampuan menyimpan konten (laman web untuk Chrome, video untuk YouTube, dan data peta untuk Maps) ketika sedang online, untuk kemudian diakses kembali saat perangkat offline.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber YouTube
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X