Selangkah Lagi, Aturan TKDN Disahkan

Kompas.com - 10/06/2015, 17:15 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara KOMPAS.com/Sabrina AsrilMenteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara
|
EditorWicak Hidayat

JAKARTA, KOMPAS.com – Peraturan Menteri (Permen) terkait regulasi Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri ( TKDN) akan segera disahkan. Peraturan tersebut bakal mengatur perangkat berteknologi 4G LTE yang beredar di Indonesia.

Draf terakhir menunjukkan, perangkat harus memenuhi syarat 30 persen TKDN untuk subscriber station (SS), misalnya smartphone, dan 40 persen untuk base station (BS).

Sebelum diresmikan untuk diberlakukan pada 2017 mendatang, Menteri Komunikasi dan Informasi ( Menkominfo) Rudiantara masih akan bertemu Menteri Perdagangan (Mendag) Rahmat Gobel dan Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husein.

“Saya perlu bertemu dengan Mendag dan Menperin hanya sekali lagi. Itu untuk memastikan bahwa semua peraturan yang dikeluarkan hingga 2017 terkait peraturan tersebut (TKDN) harus sejalan (dengan Permen bersama),” kata Rudiantara usai memberi sambutan pada pembukaan Indonesia Cellular Show (ICS), Rabu (10/6/2015) di Plenary Hall, JCC.

TKDN merupakan regulasi yang digodok bersama oleh tiga kementerian tersebut. Hingga kini, RA mengakui regulasi tersebut masih menjadi kontroversi. Hal ini terlihat dari hasil konsultasi publik yang dilakukan Kominfo.

“Ada yang mau, ada yang sangat mendukung, ada yang kurang mendukung, macam-macam. Namanya juga konsultasi publik,” kata chief RA. Menurutnya, beragam pendapat yang beredar adalah hal biasa di negara demokrasi.

Tapi pihaknya bersama dua kementerian sudah punya keputusan bulat yang digodok berdasarkan perhitungan matang. “Kalau Kominfo firm,” ujarnya. “Ujung-ujungnya adalah manfaat yang paling besar untuk masyarakat Indonesia,” ia menambahkan.

Saat ini, beberapa produsen ponsel sudah mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi TKDN 2017. Walau, beberapa pihak merasa persentase yang ditetapkan untuk TKDN masih terlampau besar.

Salah satu jalan yang disiapkan adalah dengan melakukan proses manufaktur di Indonesia, meskipun hanya perakitan. Di sisi lain, tak semua vendor asing siap membuka pabrik di Indonesia.

Beberapa pihak pun mencoba menangkap peluang. Misalnya, distributor ponsel Erajaya yang April lalu mengakuisisi salah satu anak usaha PT Axioo Internasional, Exa Nusa Persada yang bergerak di bidang perakitan perangkat.

Akhir tahun ini, Erajaya dan Exa Nusa Persada rencananya bakal mengoperasikan pabrik perakitan ponsel di Cakung. Para vendor asing yang tak siap buka pabrik di Indonesia bakal dirangkul untuk merakit ponsel di pabrik gabungan tersebut.

Menkominfo menilai, waktu satu tahun setengah menjelang 2017 seharusnya cukup bagi para vendor untuk berbenah diri. “Hingga 1 Januari 2017 ini diberikan kesempatan bagi para vendor untuk menyesuaikan dirinya,” pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X