Google Bikin Startup untuk Pangkas Biaya Hidup di Perkotaan

Kompas.com - 11/06/2015, 14:35 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Google ingin menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan menyenangkan untuk masyarakat perkotaan. Untuk mewujudkan itu, Google membangun perusahaan digital digital (startup) yang diberi nama "Sidewalk Labs".

Memangkas biaya hidup di perkotaan menjadi salah satu tujuan pendirian Sidewalk Labs. Solusi ini menurut Google belum dilirik oleh startup-startup yang sudah ada.

Google menganggap aplikasi-aplikasi buatan startup yang beredar selama ini cenderung hanya fokus pada penyelesaian masalah di permukaan. Misalnya, memberitahu titik macet untuk dihindari atau menginformasikan daftar harga apartemen yang tersedia.

Sidewalk Labs diharapkan memberikan solusi yang tidak disediakan startup-startup lain. Terutama, masalah-masalah yang menjadi akar belum tersentuh.

"Misalnya membuat transportasi yang lebih efisien, menurunkan biaya hidup, mereduksi penggunaan energi, dan membantu operasional pemerintah yang lebih hemat," kata perwakilan Google, seperti dilansir KompasTekno, Kamis (11/6/2015) dari TheVerge.

Secara garis besar, Sidewalk Labs akan membangun dan membeli teknologi-teknologi untuk menciptakan kehidupan urban yang tentram.

CEO Google Larry Page belum menjelaskan secara spesifik ihwal langkah-langkah strategis yang bakal dilakukan. Walau begitu, Page mengakui cita-cita perusahaannya bakal sulit direalisasikan.

''Untuk jangka panjang, cita-cita seperti ini sulit dilakukan oleh hampir semua perusahaan. Tapi saya dan Sergey selalu percaya bahwa ini penting,'' kata Page melalui laman Google+.

Page juga belum membeberkan nilai investasi yang dikeluarkan untuk Sidewalk Labs.

Google menunjuk Dan Doctoroff, mantan CEO Bloomberg untuk memimpin "Sidewalk Labs". Menurut Doctoroff, Sidewalk Labs adalah awal mula Google mengubah dunia. "Kami berada pada permulaan transformasi bersejarah", katanya.

Ekspansi peran Google ini semakin menegaskan pihaknya tak ingin sekadar dipandang sebagai perusahaan mesin pencari. Walau, bisnis itu masih menjadi sumber pemasukan terbesar Google.

Tiap tahunnya, perusahaan yang didirikan Page dan Brian Sergey ini meraup penghasilan 50 miliar dollar AS atau setara Rp 664 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.