Menkominfo Ingin Kurangi Operator Seluler, Ini Kata Indosat

Kompas.com - 13/06/2015, 15:45 WIB
Presiden Direktur dan CEO Indosat Alexander Rusli menyerahkan tumpeng pada Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dalam gelaran ulang tahun Indosat, Kamis (20/11/2014). Oik Yusuf/KompasTeknoPresiden Direktur dan CEO Indosat Alexander Rusli menyerahkan tumpeng pada Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dalam gelaran ulang tahun Indosat, Kamis (20/11/2014).
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara kembali membahas isu konsolidasi operator seluler melalui akun Twitternya @rudiantara_id, Kamis, (11/6/2015) lalu. Rudiantara berharap, Indonesia hanya memiliki tiga atau empat operator seluler.

Sejak beberapa tahun lalu, para penyedia jaringan seluler memang didorong untuk bergabung (merger). Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah operator terbanyak, yakni 10 operator.

Hasilnya, kinerja operator tak maksimal karena jumlah frekuensi yang terbatas dibagi ke banyak pengelola. Selain itu, pendanaan bisnis telekomunikasi sangat berat. Sehingga yang tak kuat bakal tergerus. 

"Setiap tahun industri telekomunikasi harus mengeluarkan setidaknya 4,5 miliar dollar AS (atau Rp 60 triliun) untuk belanja modal," begitu kicauan menteri yang akrab disapa Chief RA.

Menanggapi kultwit yang dilayangkan Menkominfo tersebut, CEO sekaligus Presiden Direktur Indosat Alexander Rusli membalikkan harapan ke pemerintah.

"Kami berharap pemerintah bisa mengeluarkan peraturan-peraturan yang memberikan insentif bagi operator-operator untuk infrastrukturnya terkonsolidasi dulu baru setelah itu yang lain," kata Alex, usai memberi sambutan pada acara IWIC ke-9 di Gedung Cendrawasih, Sabtu (13/6/2015), di JCC, Senayan.

Indosat, kata Alex, sangat mendukung adanya konsolidasi market. Tapi, penggabungan itu harus dimulai dari infrastruktur terlebih dahulu agar penggabungannya bisa lebih perlahan dan terencana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejauh ini, Alex mengatakan pihaknya tengah melakukan negosiasi dengan pemerintah. Ia tak ingin serta-merta mewacanakan konsolidasi jika peraturan dari pemerintah belum jelas.

"Tergantung peraturannya, akan lebih terinsentif untuk bikin infrastruktur seperti apa. Kalau sudah cocok baru (dijalankan)," katanya.

Terkait operator mana yang bakal dilirik Indosat untuk bergabung, operator bernuansa kuning belum punya pilihan spesifik. "Kita harus eksplor dulu. Kan setiap operator punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semua dibicarakan bersama," ia menuturkan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.