APLIKASI

Begini Cara Hindari "Racun" di Android!

Kompas.com - 16/06/2015, 11:55 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorLatief
KOMPAS.com Android menjadi sistem operasi smartphone  yang paling banyak digunakan di Indonesia. Techinasia, situs analisa statistik StatCounter, memaparkan bahwa android mendominasi peredaran smartphone di Tanah Air hingga akhir 2014. Pembagian pasarnya mencapai 59,91 persen.

Sayangnya, pola peningkatan pengguna ini tak selalu berdampak positif. Android menjadi sasaran empuk para pembuat program jahat atau malware.

Dengan malware, para penjahat siber dapat melakukan apa saja. Mulai dari menurunkan performa sistem android, pencegatan pesan, menguras pulsa pengguna, konsumsi data naik tiba-tiba, menyadap panggilan telepon, hingga mencuri informasi pribadi.

Keadaan tersebut kerap kali tak dapat dihindari, mengingat tidak banyak pengguna yang tanggap untuk menghindari sebelum androidnya "keracunan". Padahal, saat ini ponsel sudah laiknya asisten pribadi, mengingat di dalamnya tersimpan data-data yang bersifat pribadi.

Untuk melindungi data-data tersebut, pengguna android harus mengambil langkah untuk mengantisipasinya. Simak tips berikut:

Mengunduh dari toko aplikasi terpercaya

Sebelum mengunduh aplikasi, Anda harus waspada. Salah satunya dengan mengunduh dari toko aplikasi resmi yang memiliki kredibilitas dalam hal keamanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bila android Anda tidak bisa mengakses toko aplikasi resmi yang disediakan smartphone, Anda dapat mengunduh dari toko aplikasi alternatif yang terpercaya. Toko aplikasi dikatakan terpercaya bukan hanya karena memiliki banyak pengguna tapi juga aman.

Toko aplikasi yang baik biasanya melakukan evaluasi atas setiap aplikasi yang mereka publikasi. Jika ditemukan ada malware dalam aplikasi, izin publikasi bisa saja dicabut.

Shutterstock Sebelum mengunduh aplikasi, Anda harus waspada. Salah satunya dengan mengunduh dari toko aplikasi resmi yang memiliki kredibilitas dalam hal keamanan.

Salah satu toko aplikasi Android, MoboMarket, sudah menerapkan hal itu. Pengembang aplikasi harus menjalani beberapa langkah sebelum memiliki izin publikasi di toko aplikasi ini.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.