"Mirrorless", Berkenalan dengan Teknologi Kamera Terkini - Kompas.com


BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Samsung NX

"Mirrorless", Berkenalan dengan Teknologi Kamera Terkini

Kompas.com - 23/06/2015, 14:20 WIB
SHUTTERSTOCKKOMPAS.com – Fotografi adalah seni merekam perjalanan waktu. Maka, jika Anda mengaku pecinta fotografi, tahukah bahwa foto pertama yang dihasilkan manusia memerlukan waktu 8 jam proses pencetakan? 

Foto tersebut diambil ilmuan Perancis, Joseph Nicéphore Niépce, dari balik jendela di kampung halamannya, Le Gras, pada 1826. Sayangnya, Joseph meninggal dunia sebelum sempat menyempurnakan penemuannya.

Revolusi teknologi kamera

Namun, tanpa ragu teknologi kamera terus berkembang cepat sampai melahirkan kamera analog atau kamera film di akhir abad ke-18. Tak memakan waktu lama, di awal 1990-an, kamera berbasis digital ( DSLR) mulai memasuki pasar.

Tak main-main. Saat itu, kamera digital beresolusi 1 MP saja dibanderol dengan harga 50.000 dollar AS. Jika dikalikan dengan nilai tukar rupiah kala itu, harganya bisa mencapai Rp 95 juta. Alhasil, hanya segelintir orang mampu membelinya. Kebanyakan untuk kebutuhan korporasi, semisal media massa.

Bagi penggila fotografi, era tahun 2000-an merupakan masa kejayaan teknologi kamera digital. Berbagai inovasi baru dihasilkan secepat kilat.

Ketajaman gambar meningkat, pilihan perangkat dan fitur pun kian beragam. Semua itu menggoda minat fotografi di semua kalangan masyarakat. Apalagi, harga kamera digital tak semewah pendahulunya.

Era kamera "mirrorless"

Memasuki 2009, di tengah “kejenuhan” serbuan kamera DSLR, inovasi teknologi kamera mirrorless mulai menggeliat. Kini, kemampuannya tak lagi bisa dipandang sebelah mata.

Bagi fotografer semipro, kamera mirrorless wajib dicicipi. Ukuran dan bobotnya terbilang ringan, berkisar antara 450–550 gram atau hanya setengah bobot kamera DSLR. Cocok diselipkan di ransel saat mendaki gunung, melewati lembah, menjelajah arsitektur pusat kota, atau sekedar berkeliling menjepret momen keseharian warga.

Kualitas foto kamera mirrorless juga setara dengan sebagian besar kamera DSLR. Soal lensa pun demikian, nyaris tak berbeda. Kamera mirrorless bisa bergonta-ganti lensa. Koleksinya pun beragam dan makin lengkap.

Selain itu, ditilik lebih jauh, posisi sistem mirrorless berada di antara kamera smartphone dan DSLR. Dengan adanya fitur Wifi, hasil foto dapat segera disimpan dalam aplikasi berbasis cloud. Jadi, hasil foto bisa segera diunggah ke jejaring sosial favorit, misalnya Facebook, Flickr, Instagram, dan lain-lain.

Dengan bentuk praktis dan ragam fitur di atas, kamera mirrorless bisa jadi pilihan tepat menemani penjelajahan fotografi Anda. Kapan Anda mulai memilikinya?

Klik di sini untuk mengetahui specs kamera agar mendapatkan foto yang jernih

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLatief