OnePlus Khawatir TKDN Bikin Ponsel 4G Jadi Mahal

Kompas.com - 24/06/2015, 13:24 WIB
Adrian Lee, General Manager OnePlus Southeast Asia Reska K. Nistanto/KOMPAS.comAdrian Lee, General Manager OnePlus Southeast Asia
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana penerapan aturan ponsel 4G yang harus memiliki kandungan lokal ( TKDN-Tingkat Kandungan Dalam Negeri) sebesar 30 persen telah diketahui vendor smartphone Android OnePlus.

Menurut OnePlus, pihaknya saat ini sedang memperhatikan dengan sangat perkembangannya, dan berusaha untuk mematuhinya jika aturan itu mulai ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.

Namun, satu kekhawatiran OnePlus adalah harga jual yang diperkirakan bisa naik tajam. Padalah smartphone buatan OnePlus selama ini dikenal sebagai flagship killer, atau memiliki spesifikasi unggul dengan harga yang lebih murah.

"Ya tentu saja, harga akan jadi naik, itu salah satu kekhawatiran kami," ujar Adrian Lee, General Manager OnePlus Southeast Asia kepada KompasTekno di sela acara jumpa media di Jakarta, Selasa (23/6/2015).

Naiknya harga jual perangkat OnePlus itu diterangkan Adrian bisa disebabkan karena mereka harus menggandeng pabrikan perakit lokal guna memenuhi persyaratan TKDN tadi. "Salah satu opsinya adalah outsource perakitan di dalam negeri," kata Adrian.

Namun, Adrian berjanji OnePlus akan senantiasa memberikan harga yang kompetitif untuk perangkat-perangkatnya.

Merakit perangkat smartphone di dalam negeri merupakan salah satu opsi yang ditawarkan pemerintah jika komponen smartphone 4G yang dipasarkan di Indonesia tidak menggunakan kandungan lokal sebesar 30 persen.

Selain merakit di dalam negeri, pemerintah juga memberikan opsi membangun pabrik di Indonesia. Namun opsi tersebut nampaknya bukan menjadi pilihan bagi OnePlus. "Itu bakal membutuhkan investasi besar-besaran," ujar Adrian.

Hal senada juga sempat diutarakan oleh Co-Founder OnePlus, Carl Pei kepada KompasTekno saat kunjungannya ke Jakarta, Februari lalu.

"Kami akan mengusahakan agar smartphone-smartphone kami nantinya bisa dirakit di Indonesia," kata Pei.

Namun, Pei menegaskan bahwa OnePlus tidak akan berinvestasi besar-besaran dengan membangun pabrik perakitan di Indonesia. Melainkan, OnePlus akan menggandeng pabrik perakitan lokal untuk merakit OnePlus.

Saat ditanya apakah saat ini sudah ada perusahaan yang disasar untuk diajak bekerja sama, Pei mengaku belum ada. Namun ia berharap sebelum kebijakan itu diterapkan, OnePlus sudah lebih dulu merakit ponselnya di Indonesia.

"Belum ada, itu akan kami pikirkan lagi nanti, mungkin akhir tahun depan" ujarnya saat itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X