Kompas.com - 27/06/2015, 10:10 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Lebih dari setahun setelah "dimatikan" pada April 2014 lalu, Windows XP ternyata masih punya penggemar sejati.

Misalnya saja angkatan laut AS (US Navy) yang rela merogoh kocek hingga 9,1 juta dollar AS atau setara Rp 121 miliar demi tetap bisa memakai sistem operasi berumur 14 tahun ini.

Dirangkum KompasTekno dari Geek.com, Jumat (26/6/2015), uang berjumlah besar tersebut dipakai membayar dukungan teknis dari Microsoft, untuk komputer-komputer AL AS yang masih menjalankan si Windows usang.

Seluruh dukungan teknis terhadap Windows XP memang telah dihentikan pada April 2014 itu. Walaupun demikian, Microsoft masih bersedia memberikan dukungan bagi mereka yang bersedia membayar, seperti AL AS di atas.

Selain Windows XP, AL AS juga membayar dukungan teknis untuk sejumlah software tua lain yang masih dipakai, di antaranya Office 2003, Exhcange 2003, dan Windows Server 2003.

Angka yang dibayarkan sepintas mungkin terlihat besar, tapi sebenarnya cuma "uang receh" buat matra laut angkatan bersenjata terkuat di dunia itu. Setiap tahun, AL AS mendapat anggaran belanja lebih dari 100 miliar dollar AS (lebih dari Rp 1.300 triliun).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Geek.com

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.