Kompas.com - 07/07/2015, 13:22 WIB
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bolt siap bersaing dengan empat operator GSM dan Smartfren yang telah resmi menggelar jaringan 4G tahap dua (frekuensi 1.800 MHz).

Menurut Chief Technology Officer Bolt Devid Gubiani, kondisi historis Bolt sebagai penyelenggara 4G pertama di Indonesia adalah kekuatan tersendiri bagi layanan internet mobile tersebut.

"Kami menggelar jaringan 4G sejak 2013. Stabilitas dan cakupan layanan kami sudah terbukti dari pengalaman pengguna selama ini," katanya pada peluncuran perangkat 4G Powerphone dan Tablet X1, Senin (6/7/2015) di Balai Kartini, Jakarta.

Terhitung sejak Juni 2015, pengguna Bolt mencapai 1,5 juta orang. Menurut Devid, peningkatan signifikan dari 1 juta pelanggan di awal tahun, tak lepas dari upaya Bolt meningkatkan kualitas jaringannya, terutama dengan penambahan infrastruktur.

Saat ini, Bolt memiliki 3200 Base Station (BTS) untuk jaringan 4G di spektrum 2.300 MHz. Dengan spektrum itu, jangkauan Bolt memang tak bisa mencakup skala nasional, melainkan hanya di wilayah Jabodetabek dan Sumatera.

Namun, dengan spektrum sebesar itu pula, Bolt tak khawatir wilayah dudukannya di Jabodetabek digeser para operator.

"Kami sangat kuat untuk wilayah Jabodetabek. Mereka (operator GSM) baru menggelar 4G di Jakarta akhir tahun ini. Dengan kekayaan aset teknologi jaringan kami, sulit bagi mereka mengalahkan kapasitas kami," kata Devid.

Tren jaringan LTE memang memicu persaingan sengit di antara para penyedia koneksi. Sebab, tuntutan masyarakat untuk jaringan cepat semakin masif. "Semua orang berbicara tentang 4G. Mereka (operator) tentu punya persiapan, tapi kami pun punya strategi peningkatan kualitas," katanya. 

Ke depan, kata Devid, Bolt bakal memperkuat posisinya di Sumatera, dimulai dari Medan. Untuk Jabodetabek, hingga akhir tahun ini Bolt akan mengekspansi layanannya di dua kota berikutnya, yakni Serang dan Cilegon.

Selain penambahan dan peningkatan kualitas infrastruktur, peluncuran perangkat 4G untuk kelas menengah ke bawah juga merupakan strategi Bolt untuk memelihara pasar. Mulai besok (8/7/2015), Powerphone E1 dan Tablet X1 keluaran Bolt sudah bisa dibeli di toko-toko ponsel.

"Perangkat 4G kami dipatok dengan harga sangat murah, disesuaikan dengan angka psikologis masyarakat. Di bawah Rp 1 juta untuk smartphone dan di bawah Rp 3 juta untuk tablet. (Dengan ini) akan lebih banyak orang yang bisa merasakan teknologi 4G," kata Devid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.