4G LTE Bikin Kuota Internet Cepat Habis?

Kompas.com - 08/07/2015, 14:58 WIB
Peluncuran 4G LTE Tahap Dua di Makassar. Reska K Nistanto/KompasTeknoPeluncuran 4G LTE Tahap Dua di Makassar.
|
EditorReza Wahyudi
MAKASSAR, KOMPAS.com - Teknologi jaringan komunikasi generasi ke empat, 4G LTE (long term evolution) sudah diperkenalkan oleh operator-operator seluler di Tanah Air.

Di beberapa kota-kota besar di Indonesia, masyarakatnya saat ini sudah bisa menikmati teknologi komunikasi seluler generasi ke-empat yang digadang-gadang lebih cepat dan lebih baik dari 3G itu.

Namun, masih banyak mitos-mitos seputar koneksi 4G LTE di tengah masyarakat, seperti paket data yang lebih cepat habis, perangkat yang lebih mahal, dan sebagainya.

Operator-operator seluler pun mencoba menjelaskan dan mematahkan mitos-mitos seputar koneksi 4G LTE tadi.

Menurut Head of Corporate Communication Indosat, Fuad Fachruddin, paket data internet 3G dan 4G yang diberikan oleh operator itu sebenarnya sama saja tarifnya, atau tidak lebih mahal dari 3G.

"Yang perlu diedukasi adalah konsumen harus memiliki handset yang mendukung 4G, dan kartunya juga harus ditukar (uSIM)," terang Fuad di sela acara peresmian 4G tahap dua di Makassar, Senin (6/7/2015).

Hal tersebut juga diamini oleh Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah. Jika di tengah masyarakat timbul anggapan bahwa layanan 4G lebih mahal dan kuota cepat habis, maka hal itu dikarenakan oleh perubahan kebiasaan setelah menikmati koneksi 4G.

"Paketnya sama saja, yang harus diwaspadai itu penggunaan datanya, karena pakai 4G lebih cepat, maka yang biasa tidak dikonsumsi juga ikut dikonsumsi sekarang," terang Ririek.

Ririek mencontohkan layanan YouTube HD yang sifatnya high data yang biasa tidak diakses, kini jadi sering diakses. "Kalau speed lebih cepat, aplikasi lebih banyak, tentunya memacu penggunaan data lebih banyak," katanya.

Selain itu, saat membuka jejaring sosial seperti Facebook, Path, dan Instagram, karena lebih cepat dibuka, maka lebih banyak waktu yang dihabiskan di jejaring sosial itu, makin banyak pula data yang dipakai.

"Itu yang membuat kuotanya jadi lebih cepat habis," terang Ririek.

Sementara Direktur Smartfren Telecom, Merza Fachys lebih menanggapi seputar isu harga perankat 4G yang lebih mahal.

"Kami mengaca pada pengalaman switch 2G ke 3G beberapa tahun lalu, handset 3G saat itu mahal-mahal," terang Merza.

Dikatakannya, untuk peralihan 3G ke 4G ini berbeda sebab beberapa vendor smartphone sudah bersiap dengan meluncurkan handset yang mendukung koneksi 4G dengan banderol harga lebih murah.

Smartfren misalnya, beberapa waktu lalu telah meluncurkan smartphone 4G dengan harga Rp 1 jutaan. Pun demikian dengan vendor smartphone dari Tiongkok, seperti Xiaomi dengan Redmi 2-nya, dan Lenovo dengan seri A6000 dan A7000 yang harganya juga di kisaran Rp 1 jutaan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X