Kompas.com - 10/07/2015, 10:18 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — Apple telah menyiapkan sebuah rencana besar untuk iPhone 6S yang disebut bakal meluncur pada 18 September mendatang. Rencana ini disusun karena Apple sangat "khawatir" penerus iPhone 6 akan sangat laris.

Menurut kabar, perusahaan berlogo Apple tergigit itu sudah meminta penyuplai di Asia untuk memproduksi perangkat dengan jumlah sangat banyak.

Berdasarkan informasi yang dilansir oleh The Wall Street Journal, seperti KompasTekno rangkum dari Cnet, Kamis (9/7/2015), Apple meminta pabrik rekanan di Asia untuk memproduksi setidaknya 85 juta hingga 90 juta unit iPhone terbaru.

Jumlah tersebut dikatakan lebih besar dari pesanan Apple untuk smartphone seri sebelumnya, iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. Dikabarkan, Apple memesan duo iPhone 6 tersebut sebanyak 70 juta hingga 80 juta unit pada tahun lalu.

Apple pun tampaknya menambah jumlah produksi duo iPhone 6S karena tingginya tingkat penjualan iPhone 6 lalu. Seri itu untuk saat ini telah menjadi perangkat dengan jumlah penjualan terbesar Apple.

Berkaca terhadap tingginya penjualan tersebut, tampaknya Apple meyakini bahwa duo iPhone 6S bakal sesukses saudaranya itu.

Menjelang bulan September tersebut, rumor seputar iPhone 6S santer terdengar. Salah satunya, smartphone teranyar Apple ini akan mengusung chip Qualcomm MDM9635M, atau lebih dikenal sebagai platform modem 9X35 Gobi.

Menggunakan chip tersebut, kemampuan unduh iPhone 6S dibanding seri sebelumnya dikatakan akan meningkat jauh. Chip modem 9X35 Gobi secara teori mampu memberikan kecepatan unduh atau download dua kali lipat koneksi LTE, atau setara 300 Mbps.

Dari segi spesifikasi, seorang sumber yang mengetahui rencana produk Apple, dan terbukti selalu memberikan informasi yang akurat, mengatakan bahwa iPhone 6S dan iPhone 6S Plus akan mengusung RAM sebesar 2 GB. Jika rumor tersebut benar, maka jumlah kapasitas RAM tersebut dua kali lipat dari yang dimiliki iPhone 6 dan iPhone 6 Plus saat ini.

iPhone 6S dan iPhone 6 Plus dikabarkan akan mulai dijual pada 18 September mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat: GoFood-GrabFood Ciptakan Ketergantungan, Tetap Dipakai Meski Harganya Jadi 'Normal'

Pengamat: GoFood-GrabFood Ciptakan Ketergantungan, Tetap Dipakai Meski Harganya Jadi "Normal"

e-Business
Sosialisasi Mulai Hari Ini, Begini Cara Beli Minyak Goreng Rp 14.000 via Aplikasi PeduliLindungi

Sosialisasi Mulai Hari Ini, Begini Cara Beli Minyak Goreng Rp 14.000 via Aplikasi PeduliLindungi

e-Business
Foto Halaman Depan Koran 'Kompas' Jadi Produk NFT, Dijual di OpenSea

Foto Halaman Depan Koran "Kompas" Jadi Produk NFT, Dijual di OpenSea

Internet
Grab dan Gojek Tanggapi Keluhan Harga GoFood dan GrabFood yang Dinilai Makin Mahal

Grab dan Gojek Tanggapi Keluhan Harga GoFood dan GrabFood yang Dinilai Makin Mahal

e-Business
Terancam Diblokir karena Belum Daftar PSE, Twitter dan Meta Bungkam, Google Akan Menyesuaikan

Terancam Diblokir karena Belum Daftar PSE, Twitter dan Meta Bungkam, Google Akan Menyesuaikan

Internet
Selain Google, Twitter, dkk, Ini 6 Kategori Platform Digital yang Wajib Daftar ke Kominfo

Selain Google, Twitter, dkk, Ini 6 Kategori Platform Digital yang Wajib Daftar ke Kominfo

Internet
Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 2 Jalur Prestasi Nilai Akademik SMA

Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 2 Jalur Prestasi Nilai Akademik SMA

e-Business
Pengamat: Bukan Makin Mahal, Harga GoFood-GrabFood Makin 'Normal'

Pengamat: Bukan Makin Mahal, Harga GoFood-GrabFood Makin "Normal"

e-Business
Harga iPhone di Jepang Saat Ini Termurah Sedunia

Harga iPhone di Jepang Saat Ini Termurah Sedunia

Gadget
Pemain Curang di Game Call of Duty Bakal Kehilangan Semua Senjata

Pemain Curang di Game Call of Duty Bakal Kehilangan Semua Senjata

Software
Ini Sebab Harga Makanan di 'Ojol Food' Lebih Mahal di Aplikasi Dibanding Resto

Ini Sebab Harga Makanan di "Ojol Food" Lebih Mahal di Aplikasi Dibanding Resto

e-Business
Khaby Lame Pengguna TikTok dengan Follower Terbanyak di Dunia

Khaby Lame Pengguna TikTok dengan Follower Terbanyak di Dunia

Software
Cara Beli Tiket KRL via Gojek, Tak Perlu Lagi Pakai Kartu

Cara Beli Tiket KRL via Gojek, Tak Perlu Lagi Pakai Kartu

Software
Line OpenChat Akan Ditutup di Indonesia Mulai 20 Juli

Line OpenChat Akan Ditutup di Indonesia Mulai 20 Juli

Software
Saat  Pengguna GoFood dan GrabFood Keluhkan Tingginya Selisih Harga di Aplikasi dengan Resto...

Saat Pengguna GoFood dan GrabFood Keluhkan Tingginya Selisih Harga di Aplikasi dengan Resto...

e-Business
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.