WhatsApp dan Snapchat Terancam Dilarang di Inggris

Kompas.com - 12/07/2015, 13:16 WIB
Logo WhatsApp. Logo WhatsApp.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Warga Inggris terancam tidak bisa ngerumpi lewat layanan-layanan instant messenger populer. Pasalnya, Perdana Menteri David Cameron terus mendorong rencana legislasi baru yang melarang penduduk negeri itu mengirim pesan apa pun yang menggunakan enkripsi.

Jika undang-undang tersebut disahkan, aplikasi-aplikasi populer, seperti WhatsApp, iMessage, dan Snapchat, yang notabene menggunakan enkripsi, pun tak bisa beroperasi lagi di Inggris.

Awal tahun ini, Cameron memang mengatakan bahwa ia akan mencari cara untuk melarang komunikasi terenkripsi apabila ia terpilih kembali sebagai perdana menteri Inggris.

"Di negeri kita, apakah kita harus membolehkan komunikasi antar-individu yang tidak bisa kita baca?" tanyanya ketika itu, sebagaimana dirangkum Kompas Tekno dari TechSpot, Sabtu (11/7/2015).

Pada Mei lalu, Cameron benar-benar terpilih kembali setelah tiga saingannya dalam pemilu parlemen Inggris mengundurkan diri.

Banyak pihak memandang rencana undang-undang bernama lengkap Investigatory Powers Bill itu sebagai pelanggaran privasi.

Di dalamnya, tercantum ketentuan bahwa para perusahaaan penyedia layanan internet, seperti Google, Apple, Facebook, dan WhatsApp, harus merekam aktivitas para penggunanya di Inggris untuk diserahkan kepada pihak kepolisian kapan pun diminta.

Jika prosesnya berjalan lancar, Investigatory Powers Bill bisa disahkan dalam waktu beberapa minggu ke depan.

Pemerintah Inggris diduga makin ngotot dengan rencana undang-undang tersebut menyusul terjadinya beberapa peristiwa teror belakangan ini, termasuk penembakan 30 warga Inggris di Tunisia beberapa waktu lalu.

Belum jelas sejauh mana implementasinya nanti. Namun, ada kekhawatiran pihak Pemerintah Inggris bakal memanfaatkannya untuk memata-matai warga, entah pelaku kriminal atau orang baik-baik sekalipun.



Sumber TechSpot
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X