Angka Perceraian Meningkat karena Aplikasi "Chatting"?

Kompas.com - 24/07/2015, 16:30 WIB
Logo WeChat WeChatLogo WeChat
|
EditorDeliusno
KOMPAS.com — Jejaring sosial dan layanan pesan instan disebut sebagai sumber yang memicu meningginya angka perceraian di negeri Tiongkok. Hal itu diketahui berdasarkan laporan para ahli yang dimuat di majalah Tiongkok, Banyuetan.

"Pria dan wanita yang sudah menikah semakin banyak menggunakan aplikasi WeChat dan jejaring sosial, serta aplikasi kencan Momo untuk berselingkuh," demikian laporan tersebut.

Seperti dikutip KompasTekno dari Mashable, Jumat (23/7/20150, jumlah pria yang menghubungi pasangan selingkuhannya (dikenal dengan istilah xiao san) meningkat hingga 20 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Wang Jun, seorang penasihat pernikahan di Beijing, mengatakan bahwa banyak klien prianya yang datang berkonsultasi ke kantornya dengan membawa ponsel yang habis dibanting.

Menurut Jun, pria-pria tersebut takut bukti perselingkuhannya di ponsel diketahui istrinya sehingga terpaksa membanting ponselnya agar bukti-bukti tersebut lenyap.

"Para suami seperti memisahkan diri dari keluarganya saat chatting dengan selingkuhannya melalui WeChat atau QQ tiap hari, bahkan saat di hadapan istrinya," kata Jun.

"Ini sudah jadi masalah yang serius, hampir setiap kasus perceraian selalu ada hubungannya dengan smartphone," imbuhnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Angka perceraian di Tiongkok, walau relatif masih rendah, terus meningkat dalam 12 tahun terakhir berturut-turut. Tahun lalu saja, terdapat satu perceraian dalam setiap empat pernikahan di Tiongkok.

Walau demikian, tidak semua setuju dengan laporan Banyuetan. "Naiknya angka perceraian adalah fenomena sosial yang disebabkan oleh manusia, bukan alat elektronik," tulis China National Radio.

Sementara itu, The Beijing News menulis, hal yang mengakhiri pernikahan adalah hilangnya rasa cinta. Jika pernikahan itu bahagia, maka tidak ada yang merasa kesepian.

"Jika media sosial menjadi banyak digunakan, maka itu disebabkan oleh pernikahan yang tidak bahagia," tulisnya.



Sumber Mashable
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X