Review: ZTE Blade S6, Android Mirip iPhone Pelahap Game Berat

Kompas.com - 27/07/2015, 15:46 WIB
Desain tampilan depan inilah yang membuat orang sering mengiranya sebagai iPhone 6. Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comDesain tampilan depan inilah yang membuat orang sering mengiranya sebagai iPhone 6.
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Bila melihat sekilas saja, ZTE Blade S6 tampak seolah tiruan Apple iPhone 6. Setidaknya sepengalaman KompasTekno saat mencobanya, banyak yang mengira ponsel ini iPhone 6, sampai mereka melihat logo perusahaan Tiongkok itu bertengger di casing belakang.

Namun jangan remehkan ZTE Blade S6, ponsel ini ternyata bukan cuma modal tampang saja.  Sepanjang KompasTekno mengakrabkan diri dengan ZTE Blade S6 ini, mesti diakui ia dapat diandalkan. Meski ada juga sejumlah kekurangan yang bisa ditemukan, misalnya soal bahan plastik yang dipakai membungkus body.

Untuk mengetahui lebih detil soal keunggulan dan kelemahan ZTE Blade S6, berikut ini ulasan kami selengkapnya.

Desain dan software

Cuma satu hal yang bisa dikatakan soal desain ZTE Blade S6, yaitu mirip iPhone 6. Perhatikan sudut-sudutnya yang membulat, layar 2.5 D yang bagian tepinya sedikit melengkung, serta warna putih susu dibagian depan. Semuanya merujuk pada ponsel buatan perusahaan Cupertino itu.

ZTE membekali Blade S6 dengan layar IPS 5 inci dengan resolusi 720p. Hasilnya layar Blade S6 menampilkan gambar dalam ketajaman 291 piksel per inci.

Walaupun bukan yang paling tajam di kelasnya, ZTE berhasil menyuguhkan warna yang jernih dan jelas, tanpa ada saturasi berlebihan. Baik untuk bermain game atau menonton film, warna yang dihasilnya sanggup memanjakan mata.

Tepat di bawah layar tersebut, Anda akan menemukan satu lingkaran bulat. Ini adalah tombol kapasitif dengan LED berwarna biru yang bisa digunakan sebagai penanda notifikasi dan berbagai macam hal.

Sebenarnya, ZTE membuat lingkaran biru tersebut sebagai ciri khas seri Blade sekaligus membedakannya dengan Nubia, seri premiumnya, yang memiliki lingkaran berwarna merah. Tapi tidak bisa dipungkiri kalau ciri khas ini justru mendekati desain tombol Home iPhone.

Di kanan dan kiri tombol Home juga terdapat Recent Apps dan Back. Beda dengan Android lain yang biasanya menegaskan fungsi tersebut dengan ikon tertentu, pada Blade S6 tombol Recent Apps dan Back hanya hanya berbentuk lingkaran kecil dengan LED biru saja. Uniknya, fungsi kedua tombol tersebut bisa ditukar melalui menu pengaturan sehingga mempermudah pengguna.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Ponsel ini cuma punya dua tombol fisik, untuk megatur volume dan on/off
Ponsel ini punya dua tombol fisik, yaitu volume dan on/off yang diletakkan di tepi kirinya. Sedangkan slot SIM dan MicroSD disematkan di sisi kanan.

ZTE menyediakan dua slot nano untuk meletakkan kartu SIM. Pada unit yang kami coba, slot pertama dapat dipakai untuk mengakses jaringan 4G (800/900/1800/2100/2600 MHz). Sedangkan slot kedua hanya bisa dipakai untuk jaringan GSM saja. Kedua slot tersebut sama-sama aktif.

Beralih ke bagian casing belakang, mulai dari atas ke bawah, pengguna bisa menemukan logo kamera utama 13 megapiksel yang berdampingan dengan LED Flash, kemudian logo ZTE tepat di tengah casing, serta tulisan "Designed by ZTE in California. Assembled in China." Terkesan familiar?

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Pada casing belakang, dibubuhkan tulisan
Selain itu, di sini juga ada sebuah speaker yang ditandai dengan grill berbentuk garis mungil. Suara speaker ini tidak buruk. Hanya saja, cenderung dan kadang secara tidak sengaja akan teredam karena posisinya rentan terhalang.

Casing belakang ini, sayangnya, terbuat dari plastik. Sebenarnya tidak rapuh, tapi karena bobotnya ringan jadi terkesan ringkih. Bahan ini juga cukup licin ketika digenggam, karena itu sebaiknya pengguna lebih waspada saat memakainya.

screenshot Tampilan antarmuka MiFavor 3.0
Soal antarmuka, ZTE mengembangkan tampilan sendiri yang disebut sebagai MiFavor 3.0. Antarmuka tersebut mudah diubah dan sesuaikan dengan selera pengguna karena punya banyak pilihan wallpaper, tema serta warna. Bahkan, pengguna bisa mengunduhnya sendiri melalui menu yang sudah disediakan.

Oh ya, dalam MiFavor ini jangan harap bisa menemukan App Drawer yang biasa ada di Android lain. ZTE sudah meniadakannya sehingga semua aplikasi akan langsung tertata di halaman depan ponsel.

Mereka juga tak lupa bahwa ukuran 5 inci kadang membuat pengguna jadi sulit mengoperasikan ponsel dengan satu tangan. Solusinya adalah sebuah tombol virtual bernama MiPop. Tombol virtual ini dapat dipakai sebagai tombol Back, Recent Apps, Home atau Menu Personalisasi.

screenshot ZTE menyediakan tombol virtual MiPop untuk mempermudah navigasi dengan satu tangan
Fitur paling menarik ZTE Blade S6 adalah smart gesture yang ide utamanya  membuat pengguna bisa menjalankan aplikasi tertentu hanya menggunakan gerakan. Agar bisa digunakan, fitur ini mesti diaktifkan terlebih dahulu melalui menu pengaturan.

Ponsel mesti dalam keadaan terkunci. Kemudian tahanlah tombol volume dan goyangkan ponsel dua kali untuk mengaktifkan lampu senter, ayunkan dalam posisi horizontal untuk mengaktifkan kamera dan dekatkan ke telinga untuk langsung menerima panggilan.

Sayangnya ide menarik itu kurang cocok diterapkan dalam situasi nyata. Selain cukup merepotkan, kami merasa lebih mudah dan cepat untuk membuka kamera atau senter dengan cara konvensional.

Spefikasi dan kinerja

ZTE Blade S6 mengadopsi sistem operasi Android 5.0.2 dengan dapur pemrosesan ber-chipset Qualcomm Snapdragon 615, prosesor octa core Cortex A53 (4 x 1 GHz dan 4x 1,5 GHz), GPU Adreno 405, serta RAM 2 GB.

Dengan hardware itu, kinerja ponsel ini sama sekali tidak mengecewakan saat diajak bekerja atau bermain game. Untuk multitasking, seperti membuka web lalu copy-paste dan mengetik di aplikasi catatan Evernote bisa dilakukan dengan lancar.

Begitu pula sosial media Path, Instagram, Twitter, Facebook, atau Periscope. Rata-rata aplikasi bisa berjalan tanpa mengalami force closed atau freeze di di tengah jalan.

Film 1080p (Full HD) juga bisa dimainkan tanpa kendala, meskipun kualitas gambarnya terbatas pada kemampuan layar yang cuma HD saja. Asiknya, karena Blade S6 mendukung flashdisk on the go (OTG), pengguna tidak harus menyimpan film itu di dalam memori. Cukup tancapkan flashdisk lalu mainkan.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Game Modern Combat 5: Blackout bisa dimainkan dengan lancar tanpa lag
Kami juga mencobanya untuk bermain sejumlah game, seperti Kingsdom Rush Frontiers, Modern Combat 5: Blackout, Clash of Olympians, SD Gundam Strike dan Frontline Commando WW II. Semuanya sama-sama mulus.

Ketika memainkan Kingdom Rush dalam endless mode, memang sempat terasa sedikit frameskip saat layar penuh dengan musuh yg menyerang. Tapi tak sampe mengganggu, karena terjadi sesekali saja. Sedangkan pada game Frontline Commando WW2, hanya terasa loading yang sangat lama. Selebihnya berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Pengalaman saat bermain game Modern Combat 5: Blackout terasa lebih mulus. Ini merupakan game 3D bertema peperangan dengan sudut pandang orang pertama. Gerakan navigasi, isyarat menembak, pergerakan di keseluruhan permainan terasa mantap tanpa gangguan lag.

Seluruh kinerja tersebut ditopang oleh baterai Lithium ion berkapasistas 2.400 mAh. Kapasitasnya ini, walau kadang terasa kurang besar, ternyata cukup untuk menghidupi ZTE Blade S6 selama kurang lebih 8-10 jam. Dengan catatan hanya memakainya untuk media sosial, browsing, mengetik, pesan teks seperti WhatsApp atau Line serta sedikit memotret tanpa flash.

Daya tahan demikian sudah cukup untuk sebagian besar kegiatan dalam satu hari. Sedangkan saat menggunakannya untuk bermain game nonstop, kami hanya mendapatkan daya tahan baterai antara 4 jam hingga 5 jam. Sedangkan pengisian daya sampai full memakan waktu sekitar 90 menit.

Pengguna yang mengharap memori besar mungkin harus pikir-pikir dulu. Pasalnya memori penyimpanan internal ZTE Blade S6 dibagi dalam bentuk partisi, yaitu sekitar 4 GB untuk System ROM, 4 GB untuk User ROM dan 8 GB untuk memori internal.

Perluasan bisa menggunakan MicroSD berkapasitas maksimal 64GB, tapi hanya berfungsi untuk menyimpan file foto serta video. Sedangkan untuk data aplikasi akan disimpan dalam User ROM serta memori internal sehingga kapasitasnya terbatas.

Sejauh pengujian yang KompasTekno lakukan, kapasitas tersebut tidak mengurangi kenyamanan menggunakan ZTE Blade S6. Aplikasi yang kami instal di dalamnya selama berhari-hari antara lain pesan serta jejaring sosial Path, Instagram, Twitter, Facebook, Snapchat, Periscope, WhatsApp. Lalu aplikasi produktivitas Google Keep, Evernote, Microsoft Word, WPS Office, VSCO Cam dan Snapseed.

Singkatnya, rata-rata aplikasi yang sering dipakai masih muat di sana. Hanya saja mesti berhitung sebelum meng-install game dalam ukuran besar, entah dengan menghapus game lain yang sudah ada atau sejak awal hanya menyimpan aplikasi yang benar-benar sering dipakai.

Kami juga melakukan pengujian benchmark menggunakan AnTuTu serta pengukuran baterai memakai PC Mark for Android. Berikut ini hasilnya.

screenshot Benchmark AnTuTu
screenshot Benchmark baterai menggunakan PcMark for Android
Kamera cukup jernih

ZTE membekali Blade S6 dengan sebuah kamera utama 13 megapiksel, serta kamera depan 5 megapiksel. Pemrosean gambar menggunakan sensor Sony IMX214, serupa dengan yang dipakai di OnePlus One atau Oppo R1X.

Hasil jepretan kedua kamera ini cukup memuaskan, terutama bila memotret dalam kondisi pencahayaan yang cukup. Secara keseluruhan terlihat warna yang jernih, dengan saturasi tak berlebihan dan kontras yang cenderung biasa saja.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Kamera utama ponsel ini menghasilkan gambar yang jernih jika digunakan dalam kondisi pencahayaan baik
Anda juga bisa mendapatkan latar belakang ala bokeh dalam bila memotret dari jarak dekat. Kamera ponsel Tiongkok ini bisa tetap fokus ke objek asal jaraknya tidak lebih dekat dari 7 centimeter.

Sedikit kekurangannya, pada saat pencahayaan terang, adalah kurang detil dan terlihat ada noise tipis. Namun bukan berarti buruk, asal bisa mendapatkan momen dan komposisi warna yang pas, hasil jepretan masih membanggakan untuk dibagikan di media sosial.

Blade S6 dibekali dengan sejumlah fitur kamera yang menarik. Antara lain mode manual, High Dynamic Range (HDR), Auto, Panorama, Beautify, Smile, Photo Clear, Group, serta Straighten.

screenshot Kamera ZTE Blade S6 dibekali mode pengaturan manual
Mode manual membuat pengaturan beberapa hal bisa dilakukan sendiri, misalnya pilihan metode pengukuran cahaya (spot, center, average), ISO (auto, 100, 200, 400, dan 800), pengaturan exposure (-2 hingga +2 stop) serta White Balance. Meski demikian, misalnya ketika mengatur ISO secara manual, shutter speed lensa tetap diatur otomatis.

Hasilnya justru terlihat bahwa ISO 100 lebih terang dari ISO 800. Agar lebih jelas bandingkan perbedaanya pada contoh berikut ini.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Hasil uji kamera ZTE Blade S6, ISO 100 hingga 400, memotret di pagi hari
Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Hasil uji kamera utama dalam ISO 800 dan mode otomatis, hasil kamera depan
Hal yang buruk baru akan terjadi ketika foto diambil dalam kondisi kurang cahaya. Meski bukaan lensanya cukup lebar, yaitu f2.0, ternyata itu tidak banyak membantu. Kamera ponsel ini cenderung membuat bagian gelap pada foto menjadi lebih gelap. Menggunakan aplikasi pengedit foto pun tak bisa menyelamatkannya, karena hanya akan membuat bagian gelap itu makin rusak.

Lensa kamera ZTE Blade S6 ini juga rentan terhadap flare, dan ini sangat terasa ketika digunakan memotret malam hari dengan lampu jalan yang terang. Namun hal seperti ini sebenarnya patut dimaklumi dan umum terjadi di kamera ponsel. Bila ingin memotret malam dengan jelas, tentu lebih baik menggunakan kamera DSLR saja ketimbang mengandalkan ponsel.

Kekurangan lainnya adalah atufocus yang cenderung lambat, kamera utama tersebut butuh waktu sekitar 2 detik untuk menentukan fokus meski objek yang difoto tidak dalam keadaan bergerak.

screenshot Kamera ZTE Blade S6 dibekali mode pengaturan manual
Kesimpulan

Dengan harga banderol Rp 2,99 juta, ZTE Blade S6 adalah salah satu ponsel yang andal. Tidak terlalu mahal dan kinerjanya memuaskan. Selain itu sebagian besar kebutuhan pengguna, seperti media sosial dan bermain game dapat dicukupi.

Soal memori yang terbagi dalam bentuk partisi pun tidak terlalu masalah karena masih cukup untuk menampung sejumlah aplikasi dasar, seperti media sosial dan produktivitas. Bahkan Anda masih bisa memasukkan banyak game, asalkan ukuran datanya kecil.

Menurut KompasTekno, ZTE Blade S6 cocok untuk dipakai mereka yang memiliki budget menengah tapi ingin mendapatkan ponsel bisa dipakai memainkan game-game berat. Siapkan juga powerbank jika akan termasuk tipe selalu di lapangan hingga larut malam, minimal agar tak mengalami masalah ketika daya 2.400 mAh itu habis dalam waktu 8 jam.

Kekurangan dalam hal kamera tentu dapat dimaklumi mengingat rentang harganya memang untuk kelas menengah. Soal flare pun memang rentan terjadi pada kamera ponsel. Saran kami, sebaiknya hindari ZTE Blade S6 jika kebutuhan utama Anda adalah memotret menggunakan kamera ponsel dan ingin hasil terbaik dalam segala situasi.

  Spesifikasi ZTE Blade S6
Bentang layar 5 inci
Resolusi layar 1280 x 720 (HD)
Jenis layar IPS LCD
Kerapatan 294 piksel per inci
Bobot 154 gram
Ketebalan 7,7 milimeter
Prosesor Octacore Qualcomm Snapdragon 615
CPU: 4xCortex A53 1,5 GHz + 4xCortex A53 1 GHz
GPU: Adreno 405
RAM 2GB
Internal storage 16GB, slot microSD up to 64GB
Kamera utama 13 megapiksel, f/2.0
Kamera sekunder 5 megapiksel, wide angle
Baterai Li-ion 2.400 mAh (non-removeable)
Konektivitas 2G, 3G, LTE (800/900/1800/2100/2600 MHz), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, Bluetooth 4.0, USB 2.0, A-GPS, Glonass
Fitur Lain Smart Gesture, Camera Manual Mode, Alive Share, MiPop
Jenis Kartu SIM Dual SIM, Nano
Harga Rp 2,99 juta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.