Microsoft Kucurkan Rp 1,3 Triliun untuk Uber

Kompas.com - 03/08/2015, 10:47 WIB
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Microsoft dikabarkan telah setuju mengucurkan dana sebesar 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,3 triliun untuk aplikasi penyewa jasa transportas Uber. Nilai tersebut digelontorkan dengan pertimbangan valuasi sekira 50 miliar dollar AS atau Rp 674 triliun.

Seorang sumber yang dekat dengan informasi tersebut mengatakan kedua perusahaan telah mencapai kata sepakat pada Jumat lalu.

"Kami mengajukan izin untuk pendanaan baru ini sejak lebih dari dua bulan lalu. Pengajuan dana tersebut dibuka untuk publik. Kami tidak akan berkomentar lebih jauh untuk menanggapi spekulasi lain," ujar juru bicara Uber, Kristin Carvell, seperti dilansir KompasTekno dari Bloomberg, Senin (3/8/2015).

Sebelumnya, Uber memiliki valuasi sebesar 40 miliar dollar AS atau sekitar Rp 539 triliun. Mereka mengumpulkan dana segar dari para investor untuk memperluas jangkauan operasionalnya di seluruh dunia.

Total investasi yang mereka kantongi pada pendanaan ini sekitar 1 miliar dollar AS atau Rp 13 triliun, dengan valuasi senilai 51 miliar dollar AS atau Rp 687 triliun. Microsoft merupakan salah satu perusahaan besar yang diketahui ikut berpartisipasi dalam ronde pendanaan tersebut.

Selain itu, raksasa software ini juga telah menjual sebagian divisi pemetaan Bing kepada Uber. Dari penjualan tersebut, sekitar 100 orang karyawan Microsoft khusus bagian pemetaan dan analisis data harus pindah ke Uber.

Kedua perusahaan juga sudah bekerja sama untuk mengintegrasikan Uber dengan Cortana, yaitu asisten virtual buatan Microsoft. Efeknya, aplikasi asisten pribadi tersebut bisa memanggil taksi Uber menyesuaikan dengan jadwal rapat penggunanya.

Investasi Microsoft, jika memang benar terjadi, bisa dianggap sebagai pengakuan perusahaan besar itu terhadap kerjasama dengan Uber. Sekaligus menjadi tanda mereka berencana untuk tetap bekerja sama di masa-masa yang akan datang.

Uber adalah startup aplikasi pemesanan mobil sewaan yang didirikan pada 2009 silam oleh Kalanick dan Garrett Camp. Dalam 6 tahun kiprahnya, mereka sudah memperluas jangkauannya ke sekitar 300 kota dalam 57 negara.

Mereka tidak memiliki armada mobil sendiri, tapi memanfaatkan mobil milik pribadi hingga usaha rental yang ingin bekerjasama. Dengan demikian eksistensi menjadi kontroversi karena layanannya bersinggungan dengan perusahaan taksi. Selain dari perusahaan taksi, Uber juga memperoleh tentangan pemerintah di sejumlah negara, misalnya Indonesia dan Brazil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Bloomberg

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.