India Blokir 857 Situs Porno, Twitter Ramai Pro dan Kontra

Kompas.com - 04/08/2015, 15:53 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - India memblokir 857 situs porno. Hal ini dilakukan sebagai gerakan pencegahan akses konten pornografi untuk anak di bawah umur.

Namun, bagi orang dewasa, akses ke situs-situs tersebut masih terbuka melalui Virtual Private Networks (VPN) atau layanan proxy tertentu.

"Tak ada pelarangan total. Ini hanya merupakan bagian dari pencegahan akses pornografi ke anak-akan. Ini tak akan menghalangi orang dewasa untuk mengunjungi situs-situs porno," pemerintah menjelaskan, sebagaimana dilaporkan BBC dan dikutip KompasTekno, Selasa (4/8/2015).

Ke depan, kata perwakilan pemerintah, Departemen Telekomunikasi akan merumuskan kebijakan jangka panjang terkait situs-situs tersebut. Sebab, pemblokiran yang dilakukan saat ini masih mengundang kontroversial dan belum diatur dalam regulasi yang jelas.

Diskusi panas ihwal pro dan kontra pemblokiran mengudara di Twitter. Setidaknya beberapa tokoh seperti sastrawan Chetan Bhagat, penulis dan komentator Nilanjana Roy, politikus Deora dan sutradara Ram Gopal Varma turut bersuara.

"Menghilangkan pertimbangan orang dewasa dalam kemudahan menonton tayangan porno setara dengan isu kebebasan dilakukan Taliban dan ISIS," begitu kicauan sutradara Ram Gopal Varma melalui akun Twitternya @RGVzoomin.

"Pemblokiran bukan tentang suka atau tidak suka pornografi. Ini tentang pembajakan terhadap kesenangan personal. Apalagi yang akan dilarang berikutnya? Ponsel dan TV?" kata politikus India Milind Deora melalui akun Twitternya @milinddeora.

Tagar #pornban pun jadi momentum di India dengan ratusan kicauan mematrikan tagar tersebut. Namun, banyak pula yang menyuarakan persetujuannya dengan pemblokiran konten porno.

"Kita perlu melindungi anak-anak kita dari seksualitas, dan kesakitan masyarakat lainnya," tulis pemilik akun @RightwingIndian.

Inisiasi pemblokiran situs porno pertama kali disuarakan oleh Mahkamah Agung (MA). Juli lalu, MA mengemukakan kekecewaannya karena pemerintah dianggap tak gesit dalam menumpas situs-situs berkonten porno. Terutama yang menampilkan pornografi anak-anak.

Halaman:
Sumber BBC.com


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.