Asosiasi dan Internet.org Bagikan Internet Gratis untuk Pedagang Pasar

Kompas.com - 06/08/2015, 12:10 WIB
Pengusaha sekaligus pengurus Divisi Teknologi APPSI Sandiaga Uno IDBytePengusaha sekaligus pengurus Divisi Teknologi APPSI Sandiaga Uno
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mendorong para pelaku ekonomi akar rumput untuk lebih melek teknologi. Dalam upayanya, APPSI telah merangkul Internet.org yang tak lain adalah inisiasi internet gratis dari Facebook.

"Internet.org akan menyediakan akses internet cuma-cuma untuk pedagang pasar. Kami juga akan kerja sama dengan para operator," kata pengusaha sekaligus pengurus Divisi Teknologi APPSI Sandiaga Uno, usai media ghatering IDByte, Rabu (5/8/2015) di restoran Meradelima, Jakarta.

Program APPSI tersebut akan diluncurkan resmi pada perhelatan IDByte 2015, 30 September hingga 2 Oktober mendatang. 

Menurut Sandiaga, akses internet akan meningkatkan produktivitas pedagang pasar secara signifikan. Sebab, informasi terkait harga sembako, pendanaan, SDM, dan lainnya, bisa didapat dengan lebih mudah.

"Prediksi saya, bisa meningkat 25 hingga 75 persen. Tergantung bagaimana mereka menerapkan teknologi dengan tepat guna," Sandiaga menjelaskan.

Jika produktivitas meningkat, kata Sandiaga, pedagang pasar bakal meraup pendapatan lebih banyak. Mereka juga akan lebih siap menghadapi derasnya arus persaingan dan tantangan globalisasi seperti kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Setidaknya ada 55 juta pelaku ekonomi akar rumput di Indonesia. Di antaranya ada 12 juta pedagang pasar yang setiap hari mencatat transaksi gabungan rata-rata miliaran rupiah.

"Kalau yang besar seperti Pasar Caringin di Bandung atau Pasar Beringharjo di Yogyakarta, itu sudah bicara puluhan hingga ratusan miliar," kata Sandiaga.

Pendiri dan Mantan Presiden Direktur Saratoga Group ini mengatakan, transaksi ratusan miliar bisa lebih jauh ditingkatkan. Asalkan, produktivitas pedagang dipecut dengan teknologi. Peningkatan tersebut juga akan berbanding lurus dengan stabilitas ekonomi yang lebih mumpuni. 

Diketahui, pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan kelesuan di kuartal kedua 2015. Dari 5,12 persen pertumbuhan ekonomi pada kuartal yang sama di tahun 2014, kini menjadi 4,67 persen. Padahal, ekspektasi pertumbuhan ditarget 4,7 hingga 5 persen.

"Kalau teknologi bisa diterapkan pada pelaku ekonomi akar rumput, ini akan mengubah peta perekonomian nasional secara masif," ia menjelaskan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X