Ganti Nama Jadi Alphabet, Bagaimana Nasib Google?

Kompas.com - 11/08/2015, 09:42 WIB
Salah seorang pendiri Google, Larry Page ReutersSalah seorang pendiri Google, Larry Page
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com — Larry Page mundur dari posisinya sebagai Chief Executive Officer (CEO) Google dan beralih memimpin Alphabet, perusahaan baru yang mencaplok raksasa internet itu. Lalu, apa jadinya nasib Google sekarang?

Mereka masih ada, tetapi dengan sejumlah perubahan. Ya, pencaplokan tersebut merupakan bagian dari rencana restrukturisasi besar-besaran Google dan dirancang agar setiap bisnis yang ada di raksasa internet itu bisa berjalan masing-masing.

Dilansir KompasTekno dari International Business Times, Selasa (11/8/2015), restrukturisasi itu membuat unit bisnis Google menyusut dan fokus. Mereka kini menjadi perusahaan yang khusus mengurusi bisnis periklanan, mesin pencari, YouTube, dan Android.

"Google yang baru ini memang sedikit lebih ramping karena perusahaan yang tidak berkaitan langung dengan produk internet justru kami pindahkan ke Alphabet," tulis Page dalam blog resmi Google.

Dengan demikian, mesin pencari itu tidak lagi mengelola unit bisnis yang mengembangkan tema kesehatan. Tema tersebut diubah menjadi perusahaan terpisah yang berdiri di bawah naungan Alphabet.

"Alphabet itu tentang bisnis yang makmur melalui kekuatan kepemimpinan serta kemandirian. Secara umum, model bisnis kami adalah masing-masing bisnis dijalankan oleh seorang CEO yang kuat. Sementara itu, Sergey dan saya akan melayani kebutuhan mereka," ujar Page.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, kursi CEO Google diserahkan kepada Sundar Pichai. Pria kelahiran Tamil Nadu, India, ini memang sudah lama disiapkan untuk posisi tersebut, yaitu mulai dari kepemimpinannya di divisi Chrome, lalu di divisi Android hingga menjadi kepala produk pada Oktober lalu.

Page yang mundur dari kursi kepemimpinan Google kini menjabat sebagai CEO Alphabet. Kemudian, Brinn duduk sebagai President Alphabet.

Selain Google sebagai mesin pencari, Alphabet menjadi payung untuk unit bisnis Google X Lab yang tetap fokus menjalankan proyek-proyek eksperimental serta Wing yang membuat drone.

Kemudian, ada juga Google Ventures dan Google Capital, Nest yang menjual produk-produk smart home, Fiber yang menyediakan layanan broadband dan TV, serta Calico yang fokus mengembangkan solusi kesehatan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber ibtimes
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.