Ini Hadiah HUT Kemerdekaan RI dari Twitter

Kompas.com - 12/08/2015, 16:01 WIB
(ki-ka) Partnerships Manager Twitter Indonesia Teguh Wicaksono, pegiat media sosial Shafiq Pontoh Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com(ki-ka) Partnerships Manager Twitter Indonesia Teguh Wicaksono, pegiat media sosial Shafiq Pontoh
|
EditorWicak Hidayat

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak awal Agustus 2015 ini, Twitter meluncurkan gerakan media sosial bertanda pagar #RI70. Tujuannya, tanda pagar tersebut digunakan oleh orang-orang dari seluruh Indonesia untuk menampilkan cerita HUT kemerdekaan yang mereka alami.

Partnerships Manager Twitter Indonesia, Teguh Wicaksono, mengatakan apresiasi perusahaan microblogging itu tak hanya sekadar tanda pagar saja. Lebih lanjut, mereka mengumpulkan dan menampilkan kicauan pengguna tanda pagar itu dalam sebuah situs bernama Nyalakan Indonesia.

Mereka juga mengajak komunitas hingga selebriti untuk menggalakkan tanda pagar yang dimaksud. Dua diantaranya adalah Fun Cican, akun media sosial yang bergerak persoalan kreatif, serta Indonesia Mengajar yang bergerak di bidang pendidikan.

Dengan mengajak banyak orang untuk terlibat dalam #RI70, Teguh berharap gerakan media sosial tersebut diisi berbagai cerita-cerita positif mengenai Indonesia. Sehingga para pengguna lain yang membacanya bisa terinspirasi.

"Ini momentum sempurna untuk sama-sama menyalakan semangat positif di Indonesia, dengan Twitter sebagai wadahnya. Kami juga membuat landing page untuk melihat cerita-cerita hasil kurasi kami dari hashtag #RI70. Jadi orang-orang akan bisa melihat bagaimana wajah Indonesia saat usia 70 tahun," terang Teguh di Cafe Torino, Jakarta, Rabu (12/8/2015).

Bila pengguna mengunjungi halaman Nyalakan Indonesia, imbuhnya, akan terlihat gapura berwarna merah putih di sisi kanan dan kiri. Warna tersebut akan semakin menyala seiring bertambah banyaknya kicauan dari #RI70.

"Semua yang ngetweet di hashtag, bakal berkontribusi mengisi warna merah putih di Nyalakan Indonesia. Kami berharap saat 17 Agustus nanti warna itu sudah menyala," paparnya.

"Selain digital, kami juga mengharapkan ada aksi offline. Makanya kami memberi kesempatan untuk share foto juga, misalnya foto saat menghias acara 17-an atau lainnya," imbuh pria berkacamata itu.

Seleksi Konten

Teguh mengakui hashtag populer, seperti #RI70 ini, bisa saja mengundang kedatangan orang yang berniat memanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Misalnya saja, penjual yang mencoba menawarkan dagangan di sana.

Hal seperti ini tidak dapat dihindari, dan Twitter pun mengaku kesulitan memblokirnya. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah menerapkan kurasi untuk kicauan yang bakal ditampilkan di halaman Nyalakan Indonesiamu.

"Kami membuat mekanisme internal untuk kurasi konten yang relevan dengan RI70 karena biasanya topic yang sedang tren seperti ini bakal dimanfaatkan orang untuk berjualan," terangnya.

Communication Manager Twitter Indonesia, Cipluk Carlita menambahkan kurasi konten tersebut dilakuan setiap hari. Rencananya mereka juga akan membuat video berdasarkan konten-konten terbaik yang tayang di sana.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X