Kompas.com - 22/08/2015, 11:16 WIB
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Internux (Bolt) mengaku tidak khawatir dengan persaingan layanan 4G LTE yang kian ketat. Sebagai bagian dari strategi, mereka meningkatkan kualitas jaringan dan berusaha lebih dekat ke pelanggan.

"Kita mengapresiasi keberadaan pemain yang baru pakai teknologi 4G LTE-Advanced. Jadi, kita bisa berlomba-lomba kasih layanan terbaik buat konsumen," ujar Chief Executive Officer Bolt Dicky Moechtar usai peluncuran program bundling Bolt dengan Samsung Galaxy J5, Jumat (21/8/2015) sore.

"Kami juga sudah pakai teknologi 4G LTE Advanced, itu malah sudah sejak 26 April lalu dinyalakan," imbuhnya.

Chief Technology Officer Bolt Devid Gubiani menambahkan, 4G LTE Advanced milik mereka mengombinasikan dua saluran 15 MHz pada frekuensi 2.300 MHz. Namun, untuk bisa merasakan keuntungan teknologi tersebut pengguna Bolt membutuhkan perangkat yang mendukung.

"Sebelumnya kami hanya menggunakan dua kali 10 MHz saja, tapi pada April lalu kami tingkatkan menjadi dua kali 15 MHz. Kecepatan kami sekarang sudah bisa 162 Mbps, tapi memang kami iklankan ke pelanggan hanya 150 Mbps saja," terang Devid.

"Kalau ponsel yang kami bundling ini memang belum mendukung LTE Advanced, baru Cat.4 saja," ujarnya sambil menunjukkan ponsel Samsung Galaxy J5.

Dia menambahkan, frekuensi 2.300 MHz yang mereka tempati memang memiliki daya jelajah lebih pendek bila dibandingkan dengan frekuensi layanan internet mobile milik operator telekomunikasi. Demi memberikan coverage untuk pelanggan, mereka pun harus memasang base transceiver location (BTS) kurang lebih setiap 200 meter.

"Jangkauannya memang lebih sempit, tapi dengan frekuensi ini kami bisa memberikan kualitas lebih baik. Satu BTS kami menangani pelanggan dalam jumlah lebih sedikit dibanding milik operator lain yang frekuensinya lebih rendah, jadi kami bisa memberikan kualitas lebih," ujarnya.

Mengubah Paket

Baru-baru ini, anak usaha First Media itu juga mengubah paket berlangganan internet miliknya. Paket tersebut kini terbagi dua, yaitu Super Flex dengan kuota yang dapat dipakai selama 24 jam tanpa syarat.

Berikutnya adalah Super Bonus yang masih menerapkan metode lama, yaitu paket data dengan kuota bonus yang cuma bisa dipakai jam 1 dini hari hingga jam 8 pagi.

Sebelumnya, mereka malah hanya menerapkan satu paket dengan skema serupa Super Bonus tersebut. Namun menurut Dicky, akhirnya diubah karena mempertimbangkan keberatan dari pelanggan.

"Sebenarnya paket ini kami ubah karena mendengar permintaan dari pelanggan. Kan ada juga yang tidak memakai bonus kuota di tengah malam, tapi ada juga yang memakainya. Jadi sekarang kami sediakan dua, dengan tambahan Super Flex itu," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.