Kompas.com - 24/08/2015, 14:55 WIB
|
EditorReza Wahyudi

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Ajang Intel Developer Forum (IDF) 2015 yang diadakan di San Francisco, AS, minggu lalu juga dijadikan sebagai ajang penyerahan penghargaan Intel Black Belt Developer.

Salah satu penerima "sabuk hitam" ini adalah pengembang aplikasi (developer) dari Indonesia, Aulia Faqih Rifai. Aulia secara khusus diundang ke San Francisco untuk menerima penghargaan tersebut secara langsung.

"Senang rasanya mendapatkan penghargaan yang luar biasa ini dari Intel," ujar Aulia saat dijumpai wartawan KompasTekno, Reska Nistanto, di Moscone Center, San Francisco, AS, Rabu (19/8/2015).

Kebanggaan Aulia memang beralasan, sebab hanya sekitar 50 orang saja dari seluruh dunia yang mendapatkan penghargaan tinggi dari Intel tersebut. Mereka dipilih secara individu atas kemampuan teknis dan kepemimpinannya dalam komunitas pengembang Intel.

Aulia telah memenuhi kriteria dari Intel untuk menyabet gelar tersebut karena telah membuktikan inovasinya dengan menggunakan teknologi Intel dan memberikan pengetahuan yang bermanfaat pada masyarakat umum, baik melalui artikel, blog, atau video yang diterbitkan sendiri maupun melalui komunitas.

Lalu bagaimana kisahnya sehingga developer Indonesia ini bisa terpilih? Kepada KompasTekno, Aulia menceritakan awal mulanya berkenalan dengan teknologi Intel adalah melalui Intel RealSense Challenge 2013 (waktu itu bernama Intel Perceptual Computing Challenge 2013).

Dari semua ide yang masuk, Intel mengambil 750 ide terbaik, dan Aulia masuk sebagai salah finalis dari Indonesia. Sayangnya, Aulia tidak berhasil menyabet gelar apa pun dalam kompetisi tersebut.

Namun kekalahan itu tidak menyurutkan semangatnya. Ia pun terus mempelajari teknologi baru yang dikembangkan oleh Intel tersebut, yaitu teknologi berbasis sensor. Dari apa yang dipelajarinya tersebut, Aulia kemudian membuat membuat buku panduan yang berjudul "Intel RealSense, Panduan Sederhana Bagi Developer".

Selain membuat buku panduan, Aulia yang sekarang berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta itu juga aktif berbagi ke sesama pengembang aplikasi dan mahasiswa yang tertarik dengan Intel Realsense.

Kegiatan itu semakin meningkat ketika Intel mengumumkan lomba berikutnya di tahun 2014 yang bernama Intel RealSense Challenge 2014. Aulia membuat acara seminar dan demonstrasi ke berbagai kampus di Indonesia serta sering berkumpul dengan komunitas pengembang aplikasi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.