Menkominfo Minta Operator Tak Hanya Berbagi BTS

Kompas.com - 08/09/2015, 09:23 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comMenteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mendorong operator untuk berbagi infrastruktur aktif dalam penyelenggaraan layanan telekomunikasinya. Misalnya dalam hal radio access network.

Menurutnya, selama ini para operator memang sudah saling berbagi. Namun baru terbatas pada infrastruktur pasif saja, misalnya tower base transceiver station (BTS) dan sarana penunjang lainnya.

"Kita coba tarik lebih jauh apakah memungkinkan untuk sharing di radio access network, di perangkatnya. Kalau itu bisa dilakukan tentu akan menghemat banyak dari investasi yang sekarang kurang lebih 2 miliar dollar AS setahun," terangnya saat ditemui di sela pembukaan Simposium Keamanan Cyber di Hotel Puri Denpasar, Senin (7/9/2015) sore.

"Mesti dilihat juga siapa saja yang nanti bisa melakukan, apa keseluruhan atau sebagian saja. Mungkin nanti juga harus memikirkan perubahan model bisnis dari capital expenditure (capex) atau operational expenditure (opex)," tambah Rudiantara.

Ia mengatakan usul tersebut atas permintaan dari para operator telekomunikasi supaya dapat melakukan penghematan investasi dan operasional. Selain itu, dia juga tidak menutup kemungkinan antar-operator untuk berbagi frekuensi dan membuat aturan baru demi mengakomodir hal tersebut.

Namun semuanya masih dalam proses pembahasan dengan para pemangku kepentingan dan Rudiantara menarget akan mengambil keputusan pada tahun ini. Harapannya efisiensi yang dilakukan bisa bermanfaat bagi industri maupun pelanggan, terlepas dari pelemahan rupiah yang sedang terjadi.

"Kita lihat sejauh mana bisa mendorong, termasuk perubahan regulasi. Kalau tidak dilakukan strategi ini, secara industri rupiah yang diivestasikan meningkat terus. Masalahnya ke pelanggan gimana?" ujar Rudiantara.

"Kalau dibebankan ke operator akan mengurangi margin mereka. Kalau dibebankan ke pelanggan, pelanggan jadi harus bayar lebih. Nah sustainability itu kita perhatikan daya beli masyarakatnya, juga jangan sampai demi daya beli itu sampai mengorbankan operator," imbuhnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X