Printerous, "Marketplace" untuk Seniman Visual Lokal - Kompas.com

Printerous, "Marketplace" untuk Seniman Visual Lokal

Kompas.com - 09/09/2015, 12:12 WIB
Fatimah Kartini Bohang/Kompas.com Produk-produk dari percetakan online Printerous.
JAKARTA, KOMPAS.com - Percetakan online Printerous meluncurkan fitur teranyar pada layanannya, bertajuk "Printerous Shop". Fitur tersebut dimaksudkan untuk mempermudah kolaborasi antara pekerja kreatif, percetakan digital, dan pecinta karya visual.

Semuanya terhubung melalui situs Printerous.com. Situs tersebut memungkinkan ilustrator, seniman, fotografer, perancang interior, dan pencipta karya visual lainnya untuk memasarkan produk lewat Printerous Shop.

"Printerous Shop bisa menjadi wadah pemasaran alternatif bagi seniman untuk menambah pendapatan," kata pendiri Printerous Kevin Osmond, pada acara peluncuran, Rabu (9/9/2015) di Artotel Hotel, Jakarta.

Menurut Kevin, perkembangan teknologi digital telah menyediakan banyak peluang untuk kemajuan industri kreatif lokal.

"Permintaan pasar atas barang-barang bercita rasa seni akan lebih mudah dijembatani di era digital ini. Saya sendiri pecinta seni dan ingin seniman-seniman lokal bisa lebih dikenal," kata dia.

Lalu, bagaimana mekanisme kerja Printerous Shop?

Saat ini, ada sekitar 150 seniman visual yang bergabung ke Printerous Shop dengan 700 karya seni yang ditelurkan ke lebih dari 15.000 produk. Antara lain kover ponsel dan tablet, sarung bantal, baju, totebag, cetakan di atas kanvas, kartu ucapan, serta buku catatan (laptop).

Para pelaku kreatif hanya perlu mengunggah karya visualnya ke situs Printerous.com. Selanjutnya, Printerous dapat menghadirkan karya tersebut dalam berbagai produk.

Pembuat karya memiliki kebebasan penuh atas produksi karyanya. Apakah ingin menjadikan karya visualnya tersedia untuk semua produk, atau hanya pada beberapa lini saja.

Harga produk juga bisa disetel sendiri oleh pembuat karya. Printerous akan terlebih dahulu memberi patokan harga modal. Selanjutnya, pembuat karya menentukan sendiri profit atas karya yang diciptakan.

"Banyak yang belum mengetahui cara mempublikasikan dan memprodukai karyanya dengan baik. Printerous bisa mempermudah proses pengemasan karya dan menjembatani penggemar seni dengan senimannya," kata seniman visual Ykha Amelz.

Sementara itu, blogger fesyen Diana Rikasari mengatakan karya seni visual saat ini bisa dinikmati dan dijalankan oleh siapa saja. Teknologi memudahkan siapa saja mengekspresikan kegiatan seninya.

Menurutnya, saat ini tak hanya fotografer yang bisa bikin foto bagus dan dinikmati banyak orang. Lewat berbagai media sosial, semua orang bisa mengekspresikan kegiatan berkeseniannya.

"Fashion blogger juga sekarang sudah banyak. Instagram juga penuh dengan orang-orang pintar mengambil foto padahal bukan fotografer profesional," Diana menuturkan.

Printerous juga memiliki fitur yang bisa dimanfaatkan semua orang untuk memproduksi karya visualnya, walau bukan seniman. Hal ini dimungkinkan melalui fitur "Printerous Create".

Fitur tersebut lebih dulu ditelurkan Printerous, sebelum menghadirkan Printerous Shop. Walau, secara umum mekanismenya sama.

Hanya saja, konsumer tak dapat menjual dan menyebarluaskan karya visualnya di Printerous Create. Konsumer hanya diperkenankan mencetak karyanya saja ke berbagai medium.

Sebab, seniman yang tergabung dalam Printerous Shop terlebih dulu melewati proses kurasi karya. "Kami mau standar desainnya terjaga untuk pasar yang lebih besar," kata Kevin.


EditorReza Wahyudi


Close Ads X