Kompas.com - 10/09/2015, 12:11 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Tawaf adalah salah satu rukun ibadah haji. Dalam hal ini, jemaah berjalan mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali. Biasanya, tawaf dilakukan dengan berjalan kaki, tetapi tidak demikian halnya dengan pria yang terekam dalam video yang dibagikan ke YouTube.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Nextren, Kamis (10/9/2015), sang pria yang tidak diketahui identitasnya itu tampak menaiki semacam alat yang tampak seperti hoverboard (papan seluncur atau skateboard terbang) dalam film fiksi ilmiah.

Dia terlihat santai berdiri di alat yang berjalan secara otomatis tersebut. Kedua tangannya terlipat di depan seperti sedang berdoa. Anggota jemaah lain di sekeliling terlihat tak menghiraukan aksi sang pria yang agak di luar kebiasaan itu.

Belakangan diketahui, sesuatu yang dinaikinya bukan papan seluncur yang mengambang, melainkan skuter listrik otomatis.

Seperti alat serupa bikinan Segway, skuter beroda dua ini bisa berjalan dan menyeimbangkan diri secara otomatis sehingga pemakainya tinggal berdiri sambil meluncur. Alat ini kali pertama mengemuka di Tiongkok pada tahun lalu, dan belakangan mulai populer setelah dipakai oleh selebriti, antara lain penyanyi Justin Beiber.

Pro-kontra

Video rekaman aksi sang pria anggota jemaah ini memunculkan kehebohan dan menuai berbagai komentar dari netizen, begitu diunggah ke media sosial. Ada yang memujinya dengan menyebut alat tersebut sebagai solusi praktis untuk para anggota jemaah dengan hambatan fisik.

Ada juga yang mencibir karena memandang si pria seharusnya melakukan tawaf dengan berjalan kaki agar menghayati makna ibadahnya.

ilmfeed.com Skuter listrik roda dua yang bisa berjalan sendiri, seperti dinaiki oleh pria dalam video

Asisten profesor bidang studi agama, Zachary Wright, dari Northwestern University di Qatar mengatakan bahwa si pria sebaiknya jangan langsung dinilai begitu saja tanpa lebih dulu ditanya mengenai alasannya menggunakan "hoverboard" saat tawaf.

"Saya yakin ada sebabnya. Akan tetapi, itu bukan berarti Kakbah tiba-tiba boleh dikelilingi menggunakan Segway," ujar Wright.

Sementara itu, asisten profesor studi Islam di Universitas Kentucky, Ihsan Bagby, mempertanyakan penggunaan teknologi modern dalam tawaf yang punya arti tersendiri dalam ibadah haji.

"Tujuan sebenarnya adalah berjalan kaki sambil mengingat Tuhan. Inilah yang memberikan konsentrasi dan membuatnya menjadi pengalaman spiritual yang mendalam," kata Bagby.

"Kalau bagian 'berjalan kaki' dihilangkan, maka sebagian fungsinya ikut hilang," lanjutnya.

Ibadah tawaf sendiri selama ini boleh dilakukan dengan alat bantu, seperti kursi roda, bagi mereka yang tidak mampu berjalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.