Apple Biarkan Aplikasi "Sampah" di iOS Dihapus

Kompas.com - 16/09/2015, 10:48 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Satu hal yang dianggap paling menyebalkan dari sistem operasi smartphone  adanya aplikasi bawaan (pre-installed), yang tak semuanya dibutuhkan. Pengguna tidak dimungkinkan untuk menghapusnya. Selain itu, aplikasi bloatware tersebut sering kali menyita kapasitas penyimpanan smartphone.

Jika Anda pengguna iOS, masalah tersebut tampaknya akan segera usai. Dalam sebuah wawancara dengan situs BuzzFeed, CEO Apple Tim Cook mengungkapkan, sedang "mencari cara" untuk mengizinkan pengguna menghapus aplikasi "sampah" yang ada di iPhone dan iPad.

Akan tetapi, Cook menjelaskan, pengguna kemungkinan besar tidak akan diberikan kesempatan untuk menghapus aplikasi bawaan yang penting atau terhubung ke sistem perangkat, seperti Mail, Safari, Camera, dan App Store.

"Ini merupakan masalah yang lebih kompleks dari kelihatannya," ujar Cook, sebagaimana KompasTekno rangkum dari The Verge, Rabu (16/9/2015).

"Ada beberapa aplikasi yang terhubung ke hal lain di iPhone. Jika dihapus, aplikasi tersebut mungkin akan menyebabkan masalah lain di ponsel," tuturnya.

Nantinya, masih menurut Cook, kemungkinan pengguna akan diberikan kebebasan untuk menghapus aplikasi yang tidak terlalu signifikan dan juga memberi dampak bagi aplikasi lain di iOS. Beberapa contohnya, seperti Compass, Stocks, dan Tips.

"Ada beberapa aplikasi lain yang tidak seperti itu (berdampak terhadap sistem). Jadi, dengan berjalannya waktu, saya berpikir untuk mencari cara (bagi pengguna menghapus aplikasi bawaan)", lanjutnya.

Ini tentunya akan menjadi kabar yang menggembirakan bagi pemilik iPhone atau iPad dengan kapasitas terkecil, 16 GB. Aplikasi-aplikasi bawaan biasanya bisa menghabiskan kapasitas memori cukup besar. Tidak jarang pula, aplikasi tersebut tidak terpakai.

Jika fitur tersebut benar-benar diwujudkan nanti, pengguna bisa sedikit "memperluas" kapasitas dengan cara menghapus aplikasi bawaan yang tidak terpakai.

Sayangnya, Cook masih belum mau membeberkan kapan fitur itu akan diaplikasikan. Semoga saja dalam waktu dekat ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.