Kompas.com - 16/09/2015, 15:00 WIB
Direktur Industri Elektronik dan Telematika, Kemenperin, Ignatius Warsito, saat ditemui usai diskusi Impact of Apps Economy for Job Creation and Creativity in Indonesia, di Mercantile Athletic Club, Rabu (16/9/2015). Yoga Hastyadi/KOMPAS.comDirektur Industri Elektronik dan Telematika, Kemenperin, Ignatius Warsito, saat ditemui usai diskusi Impact of Apps Economy for Job Creation and Creativity in Indonesia, di Mercantile Athletic Club, Rabu (16/9/2015).
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap niatnya untuk mengubah Batam menjadi pusat desain ponsel dan aplikasi mobile. Rencana tersebut akan diwujudkan tahun ini dengan mendirikan sebuah Techno Park.

"Tahun ini, setelah arahan dari Presiden kan mesti buat Techno Park. Kemenperin pegang lima. Melihat potensi daerah, karena di Batam banyak komponen elektronik, maka bisa dijadikan satu basis Techno Park yang kita kembangkan untuk ponsel, desain ponselnya," terang Direktur Industri Elektronik dan Telematika, Kemenperin, Ignatius Warsito, saat ditemui KompasTekno, Rabu (16/9/2015).

Pusat desain, yang dimaksud Ignatius, akan diisi antara lain dengan lembaga sertifikasi, training center untuk proses pembuatan ponsel, hingga fasilitas pengujian desain tersebut. Mulai dari prosesor yang digunakan, hingga spesifikasi-spesifikasi lain akan dibuat di sana.

Selain hardware, pusat desain di Techno Park Batam juga terlibat dalam proses pengembangan software. Khususnya untuk software yang bakal dipakai di dalam ponsel.

Harapannya semua itu menghasilkan desain yang bagus dan dapat dipakai oleh vendor tertentu. Sementara dari sisi vendor, hal tersebut juga bakal mempermudah mereka karena nilai desain dan software yang dikerjakan oleh tenaga lokal akan masuk dalam persentase Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Ignatius menambahkan, pemerintah telah menyiapkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sebesar kurang lebih Rp 11 miliar untuk pusat desain tersebut. Nantinya akan dibuat juga struktur pengelola yang melibatkan pemerintah daerah agar sistem operasionalnya berkelanjutan.

"Sekarang sedang dibangun dan startup launching-nya tahun ini. Selanjutnya kita minta roadmap mereka untuk lima tahun ke depan akan melakukan apa saja," terang Ignatius.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di sana sudah ada focus group discusion dan Kelompok Kerja (Pokja). Sementara ini dipimpin oleh Kemenperin karena butuh bimbingan untuk pengembangan riset, soal dana, dan beberapa hal lainnya," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.