Kompas.com - 16/09/2015, 16:07 WIB
Community Engagement South East Asia Uber Technologies, Deborah Nga.


Yoga Hastyadi/KOMPAS.comCommunity Engagement South East Asia Uber Technologies, Deborah Nga.
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Penyedia layanan ride sharing Uber mengaku ingin terus berinvestasi di Indonesia. Demi mendukung niat tersebut, Uber berjanji akan segera mengajukan permohonan Penanaman Modal Asing (PMA) ke Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM).

"Dalam pekan ini, kami akan ajukan permohonan PMA ke pemerintah Indonesia. Semoga prosesnya cepat agar kami bisa jadi perusahaan dan segera bayar pajak," ujar Community Engagement South East Asia Uber Technologies, Deborah Nga saat ditemui KompasTekno, Rabu (16/9/2015).

Sebelumnya, pada awal tahun ini Uber telah mengajukan permohonan izin kantor perwakilan perusahaan asing ke BKPM dan telah mendapatkannya. Jika izin PMA yang akan diajukan itu sudah disetujui BKPM, badan hukumnya akan menjadi Perseroan Terbatas (PT).

Operasional Uber diprotes sejumlah pihak di Jakarta dan Bandung karena masalah legalitas perusahaan mereka dan dituding tak membayar pajak.

Masalah tersebut bahkan berbuntut penangkapan sejumlah sopir Uber oleh petugas gabungan bentukan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Namun, Debora mengatakan kontroversi itu tak menyurutkan niat Uber. Dia menambahkan perusahaannya sudah berinvestasi jutaan dollar AS di Indonesia. Dan mereka masih ingin mengucurkan lebih banyak, misalnya dengan membangun pusat pelatihan dan pusat pelayanan di Indonesia.

Saat ini, Uber telah memiliki sekitar 6.000 mitra pengemudi di sejak memulai operasionalnya pada 2014 silam. Sementara ini, semua pengemudi itu diizinkan membawa pulang 100 persen pendapatan mereka, karena belum berlaku sistem bagi hasil.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.