Kompas.com - 29/09/2015, 07:07 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com - Terus menguatnya mata uang dollar AS ternyata belum membawa dampak buruk bagi situs Blibli.com. Malahan, di masa sulit ini, perusahaan e-commerce Indonesia ini menunjukkan peningkatan yang cukup besar.

"Untungnya, belum (terlihat dampak tingginya mata uang dollar AS terhadap rupiah). Pada pertengahan tahun pertama ini, Blibli.com malah meningkat empat kali lipat dibandingkan akhir tahun lalu," ujar Kusumo Martanto, CEO Blibli.com di sela-sela acara peluncuran Meizu M2 di Jakarta, Senin (28/9/2015).

Ada beberapa hal yang menyebabkan melonjaknya penjualan di perusahaan tersebut. Menurut Kusumo, salah satunya dikarenakan tren penjualan yang sudah mulai bergeser dari offline ke online.

Mengapa orang Indonesia mulai beralih ke dunia online untuk belanja? Salah satu alasannya, konsumen dikatakan lebih mudah mendapatkan produk yang diinginkan, apabila melalui dunia online.

"Indonesia itu tidak hanya Pulau Jawa saja. Di luar ini, masih banyak daerah yang tidak punya akses ke suatu barang. Dengan pasar online, konsumen bisa lebih mudah mendapatkan barang," kata Kusumo.

Selain itu, harga yang ditawarkan juga akan sama di seluruh Indonesia. Biasanya, karena suatu daerah sulit untuk dijangkau, harga sebuah produk tertentu bisa saja melambung tinggi. Nah, dengannya ada penjualan online ini, harga yang didapatkan konsumen dijamin akan tetap sama.

"Kita mau memberikan semua harga yang sama," tutur Kusumo.

Lebih lanjut, Kusumo menjelaskan bahwa traffic konsumen yang mengunjungi situs Blibli.com terus saja meningkat. Secara year on year, dikatakan kunjungannya telah meningkat hingga lima kali. Tanpa menyebut angka yang pasti, dikatakan pengunjung situs tersebut telah mencapai puluhan juta per bulannya.

Sebagai bentuk antisipasi pengunjung yang terus membludak, Blibli.com dikatakan terus melakukan pembenahan infrastruktur. Server perusahaan, diakui Kusumo, terus saja diperbarui.

Menurut data per Juni 2015, Blibli.com kini sudah menawarkan lebih dari 350.000 produk, memiliki 2.500 merchant, dan menyediakan sebanyak 6.000 merek produk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.