Kompas.com - 06/10/2015, 12:44 WIB
Akun Instagram Andrey R., remaja asal Rusia yang tewas saat melakukan rooftopping, dipenuhi foto-foto dirinya saat berada di ketinggian drewsssik/ InstagramAkun Instagram Andrey R., remaja asal Rusia yang tewas saat melakukan rooftopping, dipenuhi foto-foto dirinya saat berada di ketinggian
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Peribahasa itu langsung terlintas di ingatan ketika mendengar berita soal nasib tragis yang dialami Andrey R, seorang remaja berusia 17 tahun asal Rusia.

Dia jatuh dari ketinggian, tepatnya dari sebuah gedung berlantai 9, ketika hendak berfoto untuk diunggah ke Instagram.

Laporan PetaPixel yang dirangkum KompasTekno, Selasa (6/10/2015), menunjukkan bahwa Andrey memang dikenal gemar melakukan fotografi "rooftopping" alias kegiatan mengambil foto mendebarkan di tempat-tempat tinggi yang bisa membuat dengkul lemas.

Akun Instagramnya dipenuhi rangkaian gambar yang diambil di ketinggian, berupa atap gedung atau struktur lain yang menjulang tinggi di atas tanah. Foto-foto yang diunggah Andrey cukup banyak mendapatkan like dari para Instagramers.

Anak-anak muda di Rusia memang gemar melakukan rooftopping, tanpa alat pengaman yang memadai pula. Andrey sendiri dikenal biasa mendaki gedung di kota asalnya, Vologda, sekitar 450 km di utara Moskwa.

Sewaktu terjatuh pun, Andrey sedang berupaya menjepret foto di ketinggian dengan cara baru. Dia memasang tali tambang di tubuhnya dan berpura-pura terjun untuk mendapat foto yang dramatis.

Sayang, tali terputus dan tubuh Andrey meluncur deras menghantam tanah. Dia meninggal dua jam kemudian setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

Kegiatan selfie dalam situasi berbahaya seperti yang dilakukan Andrey belakangan menjadi sorotan karena banyak memakan korban jiwa.

Bahkan, sebuah statistik menunjukkan bahwa selfie lebih banyak menimbulkan kematian dibanding serangan ikan hiu.

Selain kasus Andrey, misalnya, pada tahun ini seorang turis Jepang dilaporkan tewas setelah mencoba selfie di monumen Taj Mahal, India. Ada juga seorang pria di Spanyol yang meninggal gara-gara mencoba berfoto narsis di depan seekor banteng yang mengamuk.

Di Rusia, persoalan selfie yang berbahaya ini sudah demikian menarik perhatian sehingga pihak pemerintah berinisiatif menyebar brosur mengenai panduan selfie yang aman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.