Kompas.com - 07/10/2015, 08:32 WIB
Adapun Andromax Mifi M2S adalah proyek pertama Smartfren bekerja sama dengan PT LG Inottek Indonesia dalam membuat perangkat mini router. Adapun Andromax Mifi M2S adalah proyek pertama Smartfren bekerja sama dengan PT LG Inottek Indonesia dalam membuat perangkat mini router.
Penulis Deliusno
|
EditorWicak Hidayat

SEOUL, KOMPAS.com - Smartfren tampak sangat serius bermain di industri MiFi router yang mendukung jaringan 4G LTE. Tidak tanggung-tanggung, operator seluler tersebut langsung menunjuk tiga perusahaan untuk menggarap tiga seri produknya itu.

Ketiganya pun masuk ke kategori perusahaan besar, yakni Haier, Huawei, dan LG Innotek.

Dari ketiga perusahaan itu, produk modem buatan LG Innotek merupakan yang terakhir dirilis oleh Smartfren beberapa waktu lalu. Perangkat itu diberi nama Andromax M2s. Meski yang paling terakhir dirilis, LG Innotek mengklaim, MiFi buatannya lebih spesial ketimbang buatan Haier dan Huawei.

Menurut Charlie Park, Manager/Components Marketing & Sales Team 2 LG Innotek, chipset yang digunakan oleh M2S, yakni Qualcomm MDM 9320, tersebutlah yang menjadi kunci pembeda, sekaligus nilai tambahnya.

Charlie mengungkapkan, chipset tersebut akan berpengaruh ke performa dan kualitas dari Andromax M2S. Dikatakannya, chipset buatan Qualcomm itu mampu menangani stabilitas kecepatan internet ketimbang chipset lainnya. Chipset ini digadang-gadang lebih hemat energi.

"Tak cuma desain, performa juga sangat penting, termasuk dalam urusan stabilitas yang tidak bisa dikesampingkan," ujar Charlie kepada KompasTekno di Seoul, Korea Selatan, Selasa (6/10/2015).

Selain itu, masih menurut Charlie, nama besar LG bisa menjadi pendorong konsumen untuk lebih memilih perangkatnya. Ia mengklaim, produk LG selama ini selalu dikenal dengan kualitasnya yang baik.

"Tidak hanya performa, tapi juga kualitas lewat merek LG, jadi itu yang jadi perbedaan," kata Charlie.

Andromax M2S dapat bekerja di dua jaringan 4G LTE milik Smartfren, yakni TDD LTE Band 40 (2.300 MHz) dan FDD LTE Band 5 (850 MHz). Sayangnya, modem ini baru menggunakan teknologi Cat 4. Itu artinya, perangkat tersebut belum mendukung carrier aggregation dan memiliki kecepatan download teoritis sebesar 150 Mbps saja.

Sekadar informasi, carrier aggregation merupakan teknologi yang dapat menggabungkan dua frekuensi yang berbeda atau menjalankan dua frekuensi tersebut dalam waktu yang bersamaan. Biasanya, teknologi ini dapat mengizinkan operator untuk meraih coverage sinyal yang luas, sekaligus kecepatan internet yang tinggi.

Andromax M2S sendiri saat ini telah beredar di pasar Indonesia. Produk tersebut memiliki banderol harga Rp 499.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.