Amazon Luncurkan Fitur "Penasihat" untuk Bisnis Digital

Kompas.com - 08/10/2015, 13:17 WIB
|
EditorReza Wahyudi

LAS VEGAS, KOMPAS.com - "Kenapa perusahaan bisa gagal? Karena mereka tak punya masukan data yang mendalam untuk mengambil langkah bisnis," kata Senior VP AWS Andy Jassy, Rabu (7/10/2015) pada konferensi tahunan "AWS Re:Invent 2015", Las Vegas, AS.

Untuk itu, perlu ada riset mendalam agar pengembang aplikasi atau pebisnis digital mengetahui solusi apa yang dibutuhkan pasar.

Jika Google punya "Google Analytic" yang khusus menyajikan data pengunjung situs, maka layanan cloud Amazon Web Services (AWS) punya sistem serupa tapi tak sama, bertajuk "QuickSight".

Fitur tersebut menyasar startup yang butuh banyak nasihat berbasis data untuk mengembangkan bisnis. Pun begitu, perusahaan yang telah mapan juga tak lepas dari kebutuhan analisis data komperhensif yang ditawarkan QuickSight. Terutama saat berencana mengekspansi usaha ke beragam lini produk atau jasa.

Beberapa data yang bisa diakses antara lain efektivitas iklan, segmentasi pasar, cara pemasaran, strategi bisnis, analisa penjualan, inventaris, manajemen perangkat IoT, dan sebagainya.

AWS Analisa data dengan QuickShot

Tiap kategori yang memaparkan data bisa dielaborasi lebih mendalam. Misalnya saat pengguna ingin menelusuri "analisis penjualan". Maka akan muncul tabel yang memperlihatkan semua produk jualan beserta angka penjualannya.

Fatimah Kartini Bohang Analisa data dengan QuickShot

Untuk mengetahui lebih lanjut, pengguna bisa memilih salah satu produk jualan yang diinginkan. Misalnya "produk olahraga". Selanjutnya akan muncul lagi beberapa kategori pembentuknya. Begitu seterusnya.

Fatimah Kartini Bohang Analisa data dengan QuickShot

"Saat mengaktifkan QuickShot, semua gerak-gerik bisnis akan terekam. Kapanpun dan di manapun pebisnis dan pengembang bisa mengakses analisis data secara real-time lewat berbagai perangkat," kata Jassy.

Selain kaya kategori dan mendalam, analisa data juga memperlihatkan hubungan antara kategori satu dan kategori lainnya dalam menunjang usaha seseorang. "Visualisasinya disajikan secara ergonomis agar pengguna tertarik melihat banyaknya data yang terhimpun," Jassy mengklaim.

Saat ini, QuickShot masih tersedia dalam bentuk preview. Produk komersilnya dijadwalkan meluncur pada akhir bulan ini. Kisaran harga untuk analisis mendalam tersebut mulai dari 9 dollar AS (Rp 124.000-an) hingga 24 dollar AS (333.000-an) per tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.