"Instant Messaging" Bukan Cuma untuk "Chatting"

Kompas.com - 15/10/2015, 14:52 WIB
Senior Vice President BBM BlackBerry Matthew Talbot menjadi pembicara di acara Mobile Marketing Association (MMA) Forum, Kamis (15/10/2015) di Ritz Carlton, Jakarta. Fatimah Kartini/Kompas.comSenior Vice President BBM BlackBerry Matthew Talbot menjadi pembicara di acara Mobile Marketing Association (MMA) Forum, Kamis (15/10/2015) di Ritz Carlton, Jakarta.
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Aplikasi instant messaging awalnya dibuat untuk mempermudah komunikasi manusia. Hanya dengan mengandalkan jaringan internet dan perangkat pintar, manusia dapat saling terhubung di manapun dan kapan pun.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan manusia, instant messaging pun punya definisi yang lebih luas.

"Instant messaging buka hanya untuk chatting. Tapi juga bertransisi ke ranah marketing dan e-commerce," kata Senior Vice President BBM BlackBerry Matthew Talbot, pada acara Mobile Marketing Association (MMA) Forum, Kamis (15/10/2015) di Ritz Carlton, Jakarta.

Di Asia, kata dia, pergeseran fungsi ini dipelopori oleh tiga instant messaging. Yakni Line di Jepang, WeChat di China, dan KakaoTalk di Korea Selatan.

Ketiganya memiliki fitur khusus yang memberi ruang pemasaran dan transaksi jual beli. Misalnya Line melalui Line@. Yakni fitur yang memungkinkan perusahaan memiliki akun Line untuk menyebarkan iklan, promo, dan informasi terbaru terkait produk yang ditawarkan kepada para pelanggan yang mengikutinya.

Adapula WeChat yang linimasanya bisa dijejali oleh iklan perusahaan agar dilirik pengguna. Hal yang sama terjadi pada KakaoTalk.

Instant messaging berbasis video tersebut memungkinkan pengiklan membagikan kupon lewat platform-nya. Iklan berbentuk foto dan video pun bisa dibagi ke pengguna.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketiga instant messaging tersebut berinovasi dan memunculkan pengalaman baru bagi masyarakat dan pengiklan dalam memasarkan dan membeli produk," kata Talbot.

Sementara itu, BBM sebagai instant messaging populer tertua, secara bertahap masuk ke industri e-commerce dengan mematrikan fitur-fitur yang diklaim memenuhi kebutuhan masyarakat modern saat ini.

Mulai dari wadah marketplace melalui "BBM Shop", wadah beriklan melalui "BBM Ads", hingga online payment melalui "BBM Money".

Menurut Talbot, fitur-fitur itu yang mulai menggantikan fungsi iklan spanduk atau banner konvensional, serta toko fisik. "Orang-orang tak lagi ingin keluar rumah hanya untuk membeli satu barang. Kemacetan adalah salah satu faktornya. Kini harus perusahaan yang lebih menjangkau konsumen secara personal," kata dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.