Kompas.com - 17/10/2015, 10:01 WIB
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - PT XL Axiata Tbk (XL) yakin penertiban kartu SIM prabayar pada 15 Desember mendatang, akan memberikan hasil positif bagi mereka. Di sisi lain diakui juga ada kemungkinan jumlah kartu SIM, yang bisa juga disebut jumlah pengguna layanan, akan turun karena ketatnya mekanisme pembelian yang mensyaratkan kartu tanda penduduk (KTP).

Chief Executive Officer XL Dian Siswarini mengatakan perusahaan sudah melakukan transformasi bisnis dan tidak lagi fokus pada soal jumlah kartu prabayar yang beredar di pasar. Pasalnya, meski jumlah kartu tersebut banyak, belum tentu mereka adalah pelanggan yang aktif dan menghasilkan keuntungan.

Strategi beralih pada upaya untuk mendapatkan pelanggan berkualitas, sehingga meski jumlahnya sedikit, average revenue per user (ARPU) justru meningkat.

"Impact (penertiban kartu prabayar) terhadap bisnis kami tidak akan negatif, karena sejak awal tahun kami sudah transformasi bisnis model," terangnya saat ditemui KompasTekno, Jumat (16/10/2015).

"Kami tidak lagi bertumpu pada jumlah penjualan SIM card yang banyak. Metriks kematangan perusahaan tidak lagi soal jumlah pengguna, namun dari revenue," imbuhnya.

Mengenai penertiban kartu prabayar, XL mengaku sudah menyiapkan sistem TI sekaligus software yang dibutuhkan. Selain itu mereka juga mengaku sudah memberi pelatihan kepada retail outlet rekanannya untuk memperhatikan konsekuensi penertiban bagi retail dan operator.

Dian menambahkan, setiap retail outlet akan diberikan Retail Outlet Identity (ROID) yang mesti dimasukkan bersama data pelanggan prabayar baru.

Cara demikian membuat proses pelacakkan menjadi lebih mudah. Seandainya registrasi tidak baik atau terjadi penyalahgunaan nomor, akan diketahui di daerah mana dia mendaftar, siapa yang menjual nomor, tempat tinggal dan nama pemilik nomor.

XL saat ini memiliki total 250.000 retail outlet dan diantaranya ada sekitar 200.000 yang sudah diberikan ROID.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.