Situs Kawal Pilkada Undang Relawan Bergabung

Kompas.com - 19/10/2015, 10:27 WIB
Masa kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) diisi dengan pemasangan gambar tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan seperti terlihat di kawasan Ciater, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (12/9/2015). Perhelatan pilkada serentak akan dilaksanakan pada 9 Desember 2015, dan diperkirakan menyedot anggaran daerah hingga total Rp 7 triliun dan biaya kampanye yang besarnya bisa mencapai Rp 7,8 triliun. KOMPAS/HENDRA A SETYAWANMasa kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) diisi dengan pemasangan gambar tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan seperti terlihat di kawasan Ciater, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (12/9/2015). Perhelatan pilkada serentak akan dilaksanakan pada 9 Desember 2015, dan diperkirakan menyedot anggaran daerah hingga total Rp 7 triliun dan biaya kampanye yang besarnya bisa mencapai Rp 7,8 triliun.
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Situs urun daya (crowdsourcing) kawalpilkada.id mencari relawan yang bersedia turun tangan menghitung suara hasil pemilihan umum daerah (Pilkada) yang akan dilangsungkan secara serentak pada 9 Desember mendatang.

"Kami membutuhkan lebih banyak publik terlibat agar pemantauan bisa berjalan dengan efektif," demikian kata Herry Dharmawan, relawan dari TurunTangan dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Jumat (16/10/2015).

Jumlah relawan TurunTangan sendiri pada pekan lalu yang akan terlibat dalam situs Kawal Pilkada diklaim Herry telah mencapai 150 orang yang tersebar di 57 Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia.

Sementara jumlah relawan yang submit ke sistem pemantauan www.kawalpilkada.id tercatat sudah sekitar 300 orang dari seluruh Indonesia. Fanpage Facebook Kawal Pilkada
juga sudah mencapai 1.140 "like" hingga Kamis pagi (15/10/2015) lalu.

Perkembangan Kawal Pilkada juga bisa diikuti lewat akun Twitter resminya, @kawalpemilukada.

Kawal Pilkada adalah platform hasil kolaborasi relawan dari Code4Nation, Turun Tangan, Perludem, dan Data Science Indonesia (DSI), serta didukung oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).

Situs tersebut bertujuan untuk menjadi platform pengawasan untuk Pilkada bersih melalui situs web. Platform ini dikembangkan oleh Khairul Anshar dari Code4Nation sejak Juni 2015 untuk mendorong publik menggunakan haknya sebagai warga negara mengawasi jalannya pesta demokrasi lokal terbesar di dunia.

Seperti diketahui, Pilkada Serentak 2015 pertama kali dalam sejarah demokrasi Indonesia akan digelar pada 9 Desember.

Sebanyak 53 persen dari total wilayah di Indonesia, yaitu 269 daerah terdiri dari sembilan provinsi dan 260 kota/kabupaten, akan menentukan kepala daerah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X