Membangun Smart City Menggunakan Aplikasi

Kompas.com - 20/10/2015, 11:41 WIB
Direktur Utama Telkomsel, Ririek Asriansyah saat jumpa media di Jakarta, Senin (3/5/2015). Reska K. Nistanto/KOMPAS.comDirektur Utama Telkomsel, Ririek Asriansyah saat jumpa media di Jakarta, Senin (3/5/2015).
|
EditorWicak Hidayat

JAKARTA, KOMPAS.com
- Konsep smart city tidak akan terwujud tanpa adanya aplikasi penunjang yang mumpuni. Aplikasi-aplikasi tersebut penting karena merupakan piranti yang membuat kinerja berbagai kegiatan perkotaan menjadi lebih efisien sehingga layak menyandang julukan kota pintar.

Katakanlah berupa aplikasi manjemen kesehatan atau sekadar aplikasi pencari tebengan berangkat kantor. Menggunakan aplikasi tersebut, warga kota bisa mendapatkan informasi soal layanan kesehatan, dokter yang bisa ditemui, dan lain hal yang terkait.

Sedangkan menggunakan aplikasi tebengan, pengguna bisa menemukan transportasi alternatif dan membantu mengurangi kemacetan. Misalnya, ketika ingin berangkat ke kantor cukup mengecek aplikasi untuk menemukan orang yang searah dan bersedia memberikan tumpangan.

Dengan demikian, pengguna tidak perlu membawa kendaraan sendiri. Jika semakin banyak yang melakukannya, tentu jumlah kendaraan yang beredar di jalan akan berkurang sehingga bisa menjadi solusi kemacetan.

Dua aplikasi itu hanya contoh saja, yang sebenarnya juga sudah tercakup dalam deretan aplikasi finalis The NextDev. Ini adalah ajang perlombaan yang diselenggarakan Telkomsel untuk menjaring berbagai aplikasi pendukung smart city.

Bicara soal lomba aplikasi tersebut, sebenarnya masih banyak aplikasi lain. Ketika lomba baru dibuka saja tercatat ada lebih dari 400 aplikasi yang mengusung konsep smart city.

Ajang The NextDev kini sudah mendapatkan 20 aplikasi finalis di enam sub tema yang disyaratkan. Nantinya, tiga tim terbaik akan mendapatkan hadiah berupa dukungan 5M, yaitu Market Access, Marketing Publicity, Mentoring, Management Tri dan Money.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

20 finalis dalam enam subtema tersebut adalah:

e-Education: Sekolah Koding (Hilman Ramadhan – Makassar), Rumah Sinau (Abdul Basir – Jakarta), Sarjana.co.id (Setra Yappi – Surabaya).
 
e-Government: iWatchYou (Arrival D. Sentosa – Bandung), GandengTangan (Nur Roni D. – Jakarta), kolek.in (Danu Pujiachiri), HICO (Doni Prabowo – Yogyakarta), Tilang.in (Laurensius Faleddo – Semarang), SmartGorontalo (Dea Venditama – Gorontalo)
 
e-Transportation: Nebengers (Andreas Aditya S. – Jakarta)
 
e-Tourism: BATAMciti (Yolanda Agustina – Batam), Lenscoop (M. Badrullami – Surabaya), Pontinesia (Adhitya T. Nugraha – Pontianak), Jejakku (Ahimsa D. Afrizal – Surabaya), Travis (Diagnosa Fenomena – Surabaya)
 
e-Health: Healink (Fikri W. – Yogyakarta), Bloodjob (Martin Luter – Jakarta), QCare (Satria D. Raharjo).
 
e-UKM: ERZ4P (Risa Hisamuddin – Denpasar), Appsterize (Faizal Hitobeli – Jakarta)

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.