Setahun Jokowi, Menkominfo Kebut 4G LTE dan Mobil Pustika

Kompas.com - 20/10/2015, 13:04 WIB
Rudiantara, Menkominfo Kabinet Kerja Reska K. Nistanto/KOMPAS.comRudiantara, Menkominfo Kabinet Kerja
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki masa satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla yang jatuh pada hari ini, Selasa (20/10/2015), kinerja para Menteri Kabinet Kerja juga ikut disoroti, termasuk Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

KompasTekno merangkum sejumlah pencapaian dan kinerja Menkominfo Rudiantara, selama satu tahun jabatannya.

Setidaknya ada lima poin utama pencapaian Rudiantara dalam satu tahun masa kerjanya, yaitu refarming frekuensi 4G LTE 1800, mempercepat perizinan spektrum frekuensi, pengesahan aturan TKDN, memberikan modal untuk perusahaan rintisan digital (startup), dan pengadaan mobil Pustika (Pusat Informasi Teknologi dan Komunikasi).

1. Pengadaan akses internet cepat

Akses internet cepat yang menjadi program kerja Menkominfo diwujudkan lewat penyelenggaraan koneksi 4G LTE untuk internet mobile, dan proyek broadband Palapa Ring, pembangunan jalur kabel serat optik  yang menghubungkan 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di Indonesia.

Kebutuhan internet dengan koneksi yang kencang ini dibutuhkan mengingat kondisi koneksi internet Indonesia yang tertinggal dibanding negara-negara ASEAN, seperti Singapura dan Malaysia.

Selain itu, dengan internet cepat, Menkominfo juga berharap bisa menumbuhkan produktivitas dan kreativitas, seperti banyaknya aplikasi-aplikasi dan menggenjot e-commerce.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam hal koneksi 4G LTE, refarming (penataan ulang) frekuensi 1.800 MHz yang akan dipakai untuk penyelenggaraan internet cepat mobile itu telah diwacanakan sejak era kepemimpinan Menkominfo sebelumnya, Tifatul Sembiring.

Proses refarming tersebut sempat mengalami tarik ulur dari operator-operator seluler yang memiliki spektrum di frekuensi 1.800 MHz, seperti Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Hutchinson Tri, sehingga membuat proses refarming ini sulit terwujud.

Baca juga:
Mimpi Menkominfo, Indonesia Cukup 4 Operator

Pada era kepemimpinan Rudiantara, refarming frekuensi 1.800 MHz telah dimulai sejak bulan Mei lalu, atau enam bulan semenjak Rudiantara menjabat sebagai Menkominfo. Refarming tersebut diproyeksikan selesai pada akhir tahun 2015.

Latar belakang Rudiantara yang pernah berkecimpung di industri telekomunikasi sejak lama serta kedekatannya dengan para pelaku di industri ini memungkinkan konsolidasi refarming itu berjalan lebih mulus.

Saat berita ini ditulis, Selasa (20/10/2015), Rudiantara melalui akun Twitter-nya mengklaim secara keseluruhan refarming frekuensi 1.800 MHz telah selesai di 33 dari 42 cluster di seluruh Indonesia, atau sekitar 78,5 persen.

Diharapkan, dengan penataan ulang frekuensi 1.800 MHz tersebut, akhir tahun ini atau paling lambat awal 2016, pengguna internet di Indonesia sudah bisa menikmati layanan internet cepat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X