Menkominfo Ingin 1.000 NextDev dan "Coding" Masuk Kurikulum

Kompas.com - 23/10/2015, 15:25 WIB
Menkominfo Rudiantara dan Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah bertemu tim finalis NextDev di Jakarta, Jumat (23/10/2015). Yoga Hastyadi/Kompas.comMenkominfo Rudiantara dan Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah bertemu tim finalis NextDev di Jakarta, Jumat (23/10/2015).
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyoroti pentingnya kompetisi aplikasi dalam upaya menumbuhkan ekonomi digital di Indonesia. Terutama dengan merangsang munculnya usaha rintisan digital atau startup yang berkualitas.

Aplikasi yang dihasilkan oleh startup berkualitas bakal banyak dipakai dan membuat berbagai lini kehidupan menjadi lebih praktis. Bahkan bisa jadi penguat ekonomi kecil, misalnya dengan membuat aplikasi yang menghubungkan petani langsung ke pembeli produk taninya.

"Kita perlu 1.000 atau lebih NextDev dan kompetisi yang sejenis ini. Coding juga harus masuk kurikulum. Kalau mau maju harus seperti ini," ujar Rudiantara di hadapan 20 tim finalis Telkomsel NextDev, di Gedung Kemenkominfo, Jumat (23/10/2015).

"Nanti juga akan ada hackathon untuk membuat aplikasi dalam 24 jam. Pesertanya banyak, sudah sekitar 1.800 orang dan bisa jadi yang terbesar di dunia," imbuhnya.

Sementara itu Kemenkomifo, menurut Rudiantara, bekerja menyediakan infrastruktur yang mendukung. Salah satunya adalah pembangunan jaringan internet cepat 4G LTE di seluruh Indonesia.

Dia juga mengakui bahwa saat ini, pemerintah belum bisa bergerak selincah negara tetangga dalam hal memberikan dukungan untuk startup. Pendanaan startup di Tanah Air masih berasal dari swasta.

Sementara itu Singapura dan Brunei Darrussalam sudah berani mengucurkan dana untuk menumbuhkan startup.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pemerintah Singapura mendukung startup. Kemudian kalau di Brunei, mereka menawarkan 50.000 dollar Brunei (sekitar Rp 490 juta) untuk startup," terang Chief RA, sapaan akrabnya.

"Saya berharap temen-temen di sini gak berhenti di NextDev, ikuti lagi yang lainnya apapun itu. Pemenang di sini (NextDev) bolehlah coba-coba di Brunei, asal eligible dan bisa dipakai di sana," pungkasnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X