Serentak, 1.700 Coder Indonesia Coba Pecahkan Masalah Bangsa

Kompas.com - 24/10/2015, 21:07 WIB
Peserta Hackathon Merdeka 2.0 di Code Margonda Depok, Sabtu (24/10/2015). Kompetisi serupa diadakan serentak di 28 kota dengan total peserta 1.700 orang. Code MargondaPeserta Hackathon Merdeka 2.0 di Code Margonda Depok, Sabtu (24/10/2015). Kompetisi serupa diadakan serentak di 28 kota dengan total peserta 1.700 orang.
|
EditorWicak Hidayat

BANDUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 1.700 coder di 28 kota/kabupaten di Indonesia berlomba memecahkan masalah bangsa. Caranya dengan membuat aplikasi kependudukan.

"Banyak masalah di Indonesia yang disebabkan belum bagusnya sistem kependudukan di Indonesia," ujar penyelenggara Hackathon Merdeka 2.0, Ainun Nadjib di Bandung, Sabtu (24/10/2015).

Nadjib menjelaskan, kependudukan adalah masalah yang dekat dengan Indonesia. Mulai dari berapa banyak yang putus sekolah, bagaimana kepemilikan kendaraan, berapa jumlah pengangguran, siapa orang yang tengah membutuhkan, dan lainnya.

Akar persoalan tersebut, sambung Nadjib, memang tidak bisa dipecahkan oleh coder. Karena coder-coder ini berada di luar pemerintah.

"Tapi kita bisa membantu memetakan gejala-gejala lewat aplikasi. Misalnya, berapa banyak siswa yang putus sekolah," imbuhnya.

Sementara itu, Public Relation Code4Nation (penyelenggara), Marina Kusumawardhani mengungkapkan, setiap pulau di Indonesia ikut serta serempak menggelar acara ini.

Selain Indonesia, acara ini digelar pula di Sydney. Marina menjelaskan, peserta terbanyak berada di Bandung, Surabaya, dan Sumbawa. Untuk Bandung, sekitar 70 tim yang masing-masing terdiri dari 3 orang ikut berpartisipasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selama 24 jam mereka akan membuat aplikasi yang bisa digunakan masyarakat. Setelah 24 jam dikumpulkan dalam bentuk aplikasi jadi atau konsep," tuturnya.

Bagi aplikasi yang berupa konsep, mereka akan diberi waktu ssatu bulan untuk menyelesaikan. Pemenang pertama dan kedua di tiap kota akan dikumpulkan di Jakarta dalam final 28 Oktober 2015 mendatang.

"Biasanya nanti pemenang akan presentasi di hadapan Presiden Joko Widodo," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.