Sebelum 5G, Telkomsel ke 4,5G Dulu

Kompas.com - 25/10/2015, 19:17 WIB
Excecutive Vice President Area Jabotabek Jabar Venusiana Papasi, Vice President ICT Network Management Area Jabotabek Jabar Juanita Erawati,  General Manager Legal and Stakeholder Management Jabotabek Jabar Yossie Hamdeny Mairiza (ki-ka) dalam media gathering di Denpasar, Jumat (23/10/2015). Fatimah Kartini/Kompas.comExcecutive Vice President Area Jabotabek Jabar Venusiana Papasi, Vice President ICT Network Management Area Jabotabek Jabar Juanita Erawati, General Manager Legal and Stakeholder Management Jabotabek Jabar Yossie Hamdeny Mairiza (ki-ka) dalam media gathering di Denpasar, Jumat (23/10/2015).
|
EditorWicak Hidayat

DENPASAR, KOMPAS.com - Tahun 2020 jaringan 5G ditargetkan mulai terimplementasi di beberapa negara. Korea Selatan, Tiongkok dan Inggris mulai mempersiapkan infrastruktur untuk mengadopsi jaringan tersebut.

Sementara itu, di Indonesia para operator masih berkutat pada optimalisasi jaringan 4G. Walau terhitung lambat, bukan berarti para operator sama sekali belum mempersiapkan diri untuk adopsi jaringan 5G.

Vice President ICT Network Management Area Jabotabek Jabar Juanita Erawati mengatakan, Telkomsel sudah mulai melirik implementasi jaringan tersebut.

"Kami tak pernah tidur. Saat ini memang masih dilakukan refarming untuk memaksimalkan 4G. Tapi pasti arahnya akan ke 5G," kata Juanita, Jumat (25/10/2015) di Warung Mina, Denpasar, Bali.

Namun sebelum itu, kata Juanita, Telkomsel akan mempersiapkan diri untuk implementasi jaringan 4,5G. Jaringan tersebut dikatakan akan lebih cepat daripada 4G saat ini, namun belum bisa dikatakan sejajar dengan standar 5G.

"Sebelum 5G ada 4,5G dulu. Dia pakai infrastruktur 4G tapi kecepatannya bakal lebih cepat," Juanita menjelaskan.

Belum pasti kapan jaringan 4,5G itu bisa dinikmati masyarakat. Menurut Juanita, segala proses untuk memaksimalkan 4G harus dicapai terlebih dahulu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, proses penataan ulang (refarming) untuk jaringan 4G pada frekuensi 1800 MHz masih dilancarkan oleh para operator. Jika jaringan 4G LTE telah mumpuni untuk frekuensi tersebut, kecepatan akses internet akan lebih memadai.

Untuk jaringan 5G, diketahui kecepatannya mencapai 20 gigabit per second (Gbps). Artinya, saat teknologi tersebut sudah diterapkan, pada praktiknya pelanggan layanan telekomunikasi akan merasakan kecepatan internet antara 100 hingga 1.000 Mbps.

Kemampuan itu memungkinkan pengguna mengakses streaming video beresolusi 4K. Virtual Reality pun bisa digunakan dengan jaringan mobile secara lancar.

Jika berkiblat pada International Telecommunication Union (ITU), standar jaringan 5G mesti sanggup menyediakan kecepatan transmisi data 100 Mbps ke lebih dari 1 juta perangkat Internet of Things (IoT) dalam radius 1 kilometer persegi.

Jika target jaringan 5G benar terpenuhi pada 2020, konsep IoT yang juga ditargetkan terwujud pada tahun yang sama tak hanya bakal jadi wacana. Walau, di Indonesia tampaknya konsep tersebut masih harus menunggu kesiapan infrastruktur jaringan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.